Berita

Pengamat politik Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) dan Direktur Eksekutif Sentral Politika, Subiran Paridamos/Ist

Politik

Memasuki 2024, Eskalasi Politik Kian Panas

SENIN, 01 JANUARI 2024 | 21:47 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Memasuki 2024, hari pencoblosan Pemilu Serentak 2024 tinggal 45 hari lagi, eskalasi politik Tanah Air mulai panas.

Menurut pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Subiran Paridamos, di 2024 ini para aktor politik mencari berbagai cara merebut hati pemilih.

"Tentu saja eskalasi politik semakin panas," kata Subiran kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (1/1).


Direktur Eksekutif Sentral Politika itu juga mengatakan, strategi pemenangan masing-masing tim pemenangan makin dikerucutkan, terutama untuk pemilihan presiden.

"Trik dan intrik juga semakin keras, penggiringan isu dan opini makin masif. Begitu juga hoax, ujaran kebencian, kampanye negatif, makin berseliweran," tuturnya.

Sosok yang kerap disapa Biran itu juga meyakini, pengerahan massa akan digunakan sebagai salah satu strategi penggiringan isu dan mempengaruhi fokus perhatian pemilih.

"Tak menutup kemungkinan ada pengerahan massa yang seolah berwajah independen dan nonpartisan, demonstrasi jalanan, sebagai klimaks dari penggiringan isu dan opini negatif selama ini," urainya.

Penulis buku "Komunikasi Politik 7 Presiden RI" itu juga menduga narasi-narasi terkait penggunaan kekuatan penguasa juga akan disuarakan sejumlah pihak.

"Terutama untuk mendegradasi Presiden Jokowi, bisa dengan dalil dan alibi politik dinasti, netralitas, kecurangan pemilu, mahkamah keluarga, neo orde baru, dan isu lainnya," tutup Biran.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya