Berita

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu/Net

Dunia

Perdana Menteri Israel Menolak Menghentikan Perang Gaza dalam Waktu Dekat

SELASA, 26 DESEMBER 2023 | 14:30 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Perang di Jalur Gaza kemungkinan akan berlangsung lama, setelah pemerintah Israel menolak menghentikan serangan militer dalam waktu dekat.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu pada Senin (25/12), menegaskan bahwa Pasukan Pertahanan Israel (IDF) tidak akan menghentikan perangnya dengan Hamas di Jalur Gaza.

“Kami tidak akan berhenti. Kami terus berjuang, dan kami akan mengintensifkan pertempuran dalam beberapa hari mendatang," tegasnya, seperti dimuat Straits Times.


Netanyahu memperkirakan bahwa perang akan berlangsung lama sampai Israel berhasil membebaskan para sandera yang diculik Hamas pada serangan mendadak 7 Oktober lalu.

"Pertempuran akan memakan waktu lama, dan ini belum akan selesai. Dan kami tidak akan berhasil melepaskan semua sandera tanpa tekanan militer," ujarnya.

Di hari yang sama, Mesir berupaya melakukan negosiasi dengan Hamas, meminta kelompok militer Palestina itu mengakhiri perang dan sebagai imbalannya adalah gencatan senjata permanen.

Hamas menolak dan kembali menawarkan pembebasan sandera Israel untuk membayar gencatan senjata. Seperti mekanisme yang pernah diterapkan bulan lalu.

Populer

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Anak SMA Peserta Cerdas Cermat MPR Ramai-ramai Dibully Juri dan MC

Senin, 11 Mei 2026 | 14:27

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Wall Street Menguat Terdorong Perkembangan Konflik Iran-AS

Kamis, 21 Mei 2026 | 08:18

Dolar AS Terkoreksi, Indeks DXY Turun ke 99,10

Kamis, 21 Mei 2026 | 08:07

Warga AS dari Zona Ebola Dievakuasi ke Eropa

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:50

Di DK PBB, Indonesia Kutuk Serangan RS Gaza dan Penahanan 9 WNI

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:38

RUPST Solid 89,53 Persen, AGRO Resmi Jalankan Peta Besar 2030

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:32

Logam Mulia Global Bangkit, Emas Spot Melesat 1,1 Persen

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:14

STOXX dan DAX Terbang, Investor Borong Saham Bank dan Semikonduktor

Kamis, 21 Mei 2026 | 07:00

Mahalnya Harga Sebuah Kepercayaan Pasar

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:41

Prabowo Minta Pimpinan Bea Cukai Diganti Bukan Teguran Biasa

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:17

Mengungkap Investor Kabur Bikin Rupiah Anjlok

Kamis, 21 Mei 2026 | 06:09

Selengkapnya