Berita

Toko ritel di Pagar Alam mengalami penurunan omzet sebagai dampak dari seruan boikot produk pro-Israel/RMOLSumsel

Nusantara

Terdampak Seruan Boikot Produk Pro-Israel, Sejumlah Toko Ritel di Pagar Alam Sepi Pembeli

RABU, 22 NOVEMBER 2023 | 19:28 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Para pengusaha ritel di kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, merasakan dampak dari seruan untuk memboikot produk dan usaha yang terafiliasi dengan Israel sebagai respons terhadap agresi mereka di Gaza, Palestina.

Seperti yang dirasakan pemilik Mini Market MM88, Asiau, tokonya mengalami penurunan omzet yang drastis karena masyarakat lebih memilih untuk tidak membeli produk yang dianggap pro-Israel.

Produk-produk dari perusahaan seperti Unilever, termasuk kebutuhan sehari-hari seperti pasta gigi, sabun, deterjen, serta berbagai makanan, minuman, dan produk kecantikan, menjadi target boikot.


Asiau menyatakan, seruan tersebut memberikan dampak nyata pada bisnisnya. Dan meskipun ia tidak menyematkan tanda pada produk yang dijual, masyarakat cenderung mengecek informasi sebelum membeli.

"Masyarakat sekarang tidak mau beli barang yang mereka tahu itu pro-Israel, seperti pasta gigi, sabun, shampo, dan deterjen. Sebagai pedagang, saya merasakan penurunan penjualan, terutama pada produk-produk tersebut," ungkap Asiau, dikutip Kantor Berita RMOLSumsel, Rabu (22/11).

Meskipun tidak ada penanda khusus di toko Asiau, kesadaran masyarakat terhadap produk-produk tertentu yang terafiliasi dengan Israel mengakibatkan penurunan pembeli. Beberapa ibu rumah tangga, seperti Sari, menyatakan akan mencari produk pengganti yang tidak terkait dengan Israel.

"Saya mencari produk serupa yang bukan dari perusahaan yang mendukung Israel. Suami saya selalu mengingatkan untuk tidak membeli produk pro-Israel, jadi kami mencari alternatif lain," tutur Sari.

Seorang tokoh pemuda, Randi, juga mendukung aksi boikot sebagai bentuk solidaritas kepada rakyat Palestina. Ia menyatakan bahwa mendukung seruan boikot adalah salah satu cara untuk menyampaikan keprihatinan terhadap penderitaan rakyat Palestina.

"Membeli satu produk yang pro-Israel sama saja kita menyumbang satu peluru untuk membunuh rakyat Palestina," tegas Randi.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Suahasil Puji Bea Cukai Setelah Purbaya Tersingkir, Ada Apa Nih?

Minggu, 20 September 2026 | 19:41

Tim Qonun Asasi Sebut Wacana Muktamar Ulang NU Tak Punya Dasar

Minggu, 20 September 2026 | 19:29

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Rusia Gelar Pemilu Parlemen di Wilayah Ukraina yang Diduduki

Minggu, 20 September 2026 | 18:48

Negosiasi dengan Houthi, Solusi Arab Saudi

Minggu, 20 September 2026 | 18:43

Datangi Pospera, Ratusan Warga Minta Turunkan Desil

Minggu, 20 September 2026 | 18:18

Honor Play 11 Resmi Meluncur, Bawa Baterai Jumbo 8.300 mAh

Minggu, 20 September 2026 | 18:06

Timur Tengah Memanas, Trump Cepat-cepat Tinggalkan Camp David

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

Apa Itu Perairan Masalembo yang Dijuluki Segitiga Bermuda Indonesia?

Minggu, 20 September 2026 | 17:50

BNI dan Unpad Perkuat Ekosistem Kampus melalui Layanan Digital Terintegrasi

Minggu, 20 September 2026 | 17:28

Selengkapnya