Berita

Capres-cawapres Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka/Ist

Politik

Usung Gibran Cawapres, Golkar akan Peroleh Efek Ekor Jas

RABU, 22 NOVEMBER 2023 | 00:19 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pilihan Partai Golkar untuk mengusung capres-cawapres Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka merupakan keputusan tepat. Apalagi diketahui Golkar adalah partai besar, senior, dan khatam pengalaman politik.

"Golkar tentu tidak mungkin mengusung sesuatu yang tidak bisa memenangkan dalam sebuah kontestasi politik. Pasti mengusung sesuatu yang kelasnya kualifikasi A atau premium atau juga istimewa untuk menang Pilpres. Maka Prabowo-Gibran adalah pilihan yang terbaik di antara yang baik," kata  Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Deli Singgih melalui siaran persnya, Selasa (21/11).

Deli mengatakan, strategi melekatkan Gibran sebagai cawapres Golkar juga menjadi bagian dari mendapatkan coattail effect alias efek ekor jas.


Menurut Deli, dari posisi cawapres Gibran, Golkar berpeluang mengkapitalisasi dukungan 40 persen suara atau perolehan 116 kursi DPR RI pada Pemilu Legislatif 2024.

"Keputusan mengusung dan mendukung Prabowo Subianto sebagai calon presiden RI dan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden RI dari Partai Golkar periode 2024-2029, insya Allah akan berimplikasi kepada elektoral Golkar lebih tinggi di Pemilu 2024," kata Deli.

Deli menyebut, mencuatnya nama Gibran melalui Partai Golkar karena posisi partai politik senior ini berada di Koalisi Indonesia Maju (KIM).

Dia mengatakan, Partai Golkar memiliki kursi terbesar kedua sebanyak 85 kursi setelah PDI Perjuangan 128 kursi, berdasarkan hasil pemilu 2019. Kemudian disusul Partai Gerindra 78 kursi, Partai Demokrat 54 kursi dan PAN 44 kursi.

"Golkar memiliki posisi tawar strategis untuk mendapatkan prioritas mengisi posisi cawapres Prabowo. Jadi saya kira pilihan Gibran oleh Golkar ini juga adalah strategi jitu partai yang telah mengakar kuat baik di infrastruktur politik dan suprastruktur politik," kata Deli.




Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya