Berita

Acara "Jogja Membatik Dunia" yang digelar di Provinsi DI Yogyakarta dan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) DIY bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri RI/Ist

Dunia

Pecinta Batik dari 14 Negara Antusias Ikuti Ajang "Jogja Membatik Dunia"

RABU, 01 NOVEMBER 2023 | 10:41 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Gelaran "Jogja Membatik Dunia" semakin meriah dengan keterlibatan para pecinta batik dari 14 negara sahabat.

Mengutip laman Kementerian Luar Negeri RI pada Rabu (1/11), acara yang tema "Borderless Batik" tersebut merupakan bagian dari puncak Jogja International Batik Biennale (JIBB) 2023 yang digelar sejak akhir pekan lalu.

Berlangsung secara hybrid, Jogja Membatik Dunia terselenggara dengan sukses atas hasil kerjasama pemerintah Provinsi DIY dan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) DIY bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri.


Acara membatik menggunakan canting dan malam pada kain disambut dengan antusias oleh para pencinta dan pemerhati Batik dari 10 negara anggota ASEAN, India, Jepang, Korea Selatan, dan China.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dalam sambutan yang dibacakan oleh Direktur Diplomasi Publik mengatakan bahwa Batik merupakan living art, tradisi lokal, dan kebanggaan nasional.

Selain itu, kata Retno, batik juga merupakan alat menjalankan soft power diplomacy yang membantu Indonesia memperkuat hubungan persahabatan dengan negara-negara di dunia.

"Kementerian Luar Negeri berkomitmen untuk terus mendukung upaya kota Yogyakarta, sebagai Kota Batik Dunia, dalam mempromosikan Batik ke berbagai kalangan di seluruh dunia," kata Menlu Retno.

Jogja Membatik Dunia pertama diadakan pada tahun 2021. Sementara JIBB adalah kegiatan dua tahunan yang diadakan sejak 2016, menyusul dinobatkannya Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia oleh World Crafts Council pada 2014.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya