Berita

Militer Israel/Net

Dunia

Israel Dikejar Waktu, Serangan Darat ke Gaza Bisa Terjadi

RABU, 18 OKTOBER 2023 | 17:59 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Israel diperkirakan dapat melakukan apapun, bahkan serangan darat, agar bisa mengakhiri perang sebelum hari jadi ke-78 Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada 24 Oktober 2023 mendatang.

Hal itu diungkap oleh pengamat Hubungan Internasional dari Universitas Padjadjaran, Teuku Rezasyah kepada Kantor Berita Politik RMOL pada Rabu (18/10).

Menurut Reza, Israel tidak akan bermain-main dengan waktu karena sangat tidak bagus jika perang itu masih berlangsung melewati hari peringatan PBB yang idealnya harus penuh dengan perdamaian dan persahabatan. Sehingga HUT PBB dapat menjadi momentum.


"Israel sesegera mungkin memenangkan perang tersebut dengan caranya yang biadab," ujarnya.

Jika perang darat terjadi, Reza menilai itu akan berlangsung dengan sangat tidak seimbang.

Normalnya, perang darat dilakukan dengan perbandingan pasukan 1 lawan 2. Tetapi, Reza tidak yakin bahwa Palestina memiliki pejuang yang sebanding dengan Israel.

"Israel sudah menyiapkan 200 ribu pasukan cadangan dan 100 ribu pasukan reguler, 300 semuanya. Sedangkan saya enggak yakin Palestina memiliki personel sampai 100 ribu personel," ungkapnya.

Reza menambahkan, serangan darat tidak bisa dihindari, karena ambisi teritorial Israel telah terbentuk sejak negara itu merdeka pada 1948.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Kembali Bongkar Peran Dirjen Bea Cukai dalam Skandal Suap Blueray Cargo

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:46

UPDATE

Kemenkum Tegas Pertahankan Pembatalan Status Badan Hukum PLK

Selasa, 01 September 2026 | 16:28

Rebranding Dukcapil di Tarakan Tembus 1.387 Layanan Adminduk

Selasa, 01 September 2026 | 16:22

WNI Jadi Tentara Rusia Gegara Diiming-imingi Gaji Besar

Selasa, 01 September 2026 | 16:11

Pengamat Wanti-wanti BLU Batu Bara: Efisien Boleh, Pembangkit Jangan Terganggu

Selasa, 01 September 2026 | 15:53

UBakrie's Week 2026 Persiapkan 1.147 Mahasiswa Baru untuk Dunia Kampus dan Industri

Selasa, 01 September 2026 | 15:41

Bukan Cuma Cari Juara, Kemenag Bidik Kader Ulama dari MTQN XXXI

Selasa, 01 September 2026 | 15:39

DPR: Usut Tuntas Kematian Warga Pejompongan Korban Kerusuhan Demo

Selasa, 01 September 2026 | 15:34

Destry Resmi Pimpin BI, Perry Titip Pesan di Tengah Gejolak Global

Selasa, 01 September 2026 | 15:30

BNI Tawarkan Sukuk Ritel SR025 Lewat wondr, Imbal Hasil hingga 6,9 Persen

Selasa, 01 September 2026 | 15:25

Bawa Program "Klasterku Hidupku", BRI Ajak Pengusaha Ikan Kering Sorong Naik Kelas

Selasa, 01 September 2026 | 15:24

Selengkapnya