Berita

Pasar Tanah Abang/Net

Dahlan Iskan

Pasca TikTok

JUMAT, 13 OKTOBER 2023 | 05:17 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

SAYA ke pasar Tanah Abang kemarin. Keliling. Masuk ke lorong-lorongnya. Sampai atas. Yang jadi pemandu saya adalah wanita Disway yang sudah Anda kenal.

Sejak Tiktok dilarang jualan, pekan lalu, akhirnya mereka kembali belanja online di aplikasi semacam Shopee.

Kurir JNT mengeluh. Sejak Tiktok ditutup paketan mereka sepi. Ini seperti otomatis. Hampir semua transaksi di Tiktok pengirimannya dilakukan oleh JNT.


Sejak larangan itu, penjualan lewat Shopee meningkat. Paketan Shopee menjadi banyak lagi. Shopee punya perusahaan logistik sendiri.

Tanah Abang memang tidak seramai dulu. Lebih-lebih belakangan ini. Menurut wanita Disway, kelas menengah ke bawah kini tidak punya banyak uang cash. Salah satunya karena mereka sudah terjerat sistem pay later.

"Pelanggan saya sendiri yang bilang begitu. Saat bazar. Setiap terima gaji langsung habis. Yakni buat bayar aneka kebutuhan hidup bulan yang lalu. Mereka belanja melalui online sistem pay later. Mulai  pulsa HP, token listrik, keperluan bayi, groceries, dan sebagainya. Semua pakai pay later".

Bahkan untuk piknik saja, orang Indonesia itu bisa ngutang. Beli tiket pesawat, kereta api, bus, hotel, semua pay later. Gak cuma di dalam negeri, pun sampai ke luar negeri. Aplikasi seperti Traveloka menyediakan fasilitas pay later.

Semua hal pay later.

Dia terkadang berpikir liar. "Jangan-jangan kelak akan ada rumah sakit atau kampus yang bisa menerima pembayaran dengan pay later".

Sesekali saja wanita Disway dapat rezeki nomplok. Sekitar 3 minggu yang lalu, ada kurir Shopee yang tidak masuk. "Shopee memberi saya pemasukan lumayan. Mem-pick up ke toko langganannya. Di Shopee, setiap ada pedagang besar tak boleh drop barang. Harus langsung minta PU. Saya paham sih, kalau setiap hari 1 toko bisa menjual 1.500 barang kan dia nggak perlu ngasih komisi ke macam saya kalau di PU sendiri dari pihak mereka,'' katanyi.

Di Tanah Abang harga juga kian murah. Lewat online.

Dia baru lihat sekarang ini, ada 1 toko yang jualan aneka celana kulot dalam sehari bisa menjaring pembeli online di atas 1.000 potong. Itu berdasar asumsi rerata paketan yang setiap hari di atas 1.000. Di luar event besar semacam 10-10, 11-11, dan seterusnya. "Saking penasaran,  saya baca nama tokonya di lembaran resi yang tertempel. Saya tercengang. Dia menjual aneka celana kulot nyaris semua harga di bawah pedagang kaki lima di Tanah Abang," katanya.

Terbaca di online: temukan Kulot Cringkle Airflow Premium Size M - L - XL -XXL Jumbo High waist Standard Koreaan Style Murah Termurah Gratis Ongkir seharga Rp 17.900 - Rp 28.900. Dapatkan sekarang juga di Shopee!

"Gila. Dia bisa menjual celana di harga ini. Padahal di Tanah Abang, celana ini di tangan pengecer di gedung blok A & B harganya Rp 45.000. Barang yang sama kalau sudah turun di seputaran blok F dan stasiun kereta api, hanya bisa turun harga menjadi Rp 35.000''.

Kalau kita memosisikan diri sebagai pembeli jelas akan pilih beli di online.

Lebih murah sudah jelas. Tidak capek. Tidak kepanasan.  Buang ongkos. Buang waktu. Reputasi tokonya juga baik,  bisa kita lihat track record di aplikasinya.

Dia selalu bisa "mencuri info". Dia selalu keliling. Cari harga kulakan paling murah. Dia datangi satu jenis toko yang baru. Tokonya di garasi. Tapi punya tim kuat. Mulai pengecek di bagian aplikasinya, pencetak resi, pengambil barang dari rak, sampai tim pembungkus.

Kebetulan saat itu ada truk baru datang. Belum bongkaran. Posisi dia saat itu sebagai kurir pick up. Dia bisa leluasa ngobrol dengan driver truk. Tanpa dicurigai pemilik usaha.

Saat itulah dia tahu: ternyata toko jenis garasi ini langsung ambil dagangan dari industri garmen di seputaran kabupaten Bandung Barat.

Pantas aja mereka bisa jualan di online dengan harga sangat murah. Tak perlu bayar tempat jualan. Tak perlu  bayar preman yang sekali jualan bisa 3-4 kali bayar.

Setelah tahu semua itu, dia pun pilih kulakan lewat online. Apalagi setelah pinggulnyi sakit. Dia tidak boleh angkat-angkat lagi. Tulang pinggul sebelah kiri saya bergeser. Sering nyeri menjalar sampai ke punggung dan kaki. Ini akibat dulu setiap belanja ke TA suka menggendong barang. Selalu menaruh barang dagangan di pinggul kiri sambil keliling pasar. Dokter memberi surat rujukan untuk terapi. Tapi karena pakai BPJS jadwal terapi sudah penuh. Baru dapat jadwal tanggal 2 November. Masih 3 minggu ke depan. Apa boleh buat. Tetap harus ke Tanah Abang. Asal tidak angkat-angkat berat. Orang sakit harus sabar di negeri ini.

Dia pun kembali semangat. Yakni setelah membaca running text di TV: pemerintah akan melarang e-commerce jualan barang di bawah HPP.

Setidaknya akan ada kehidupan lagi. Untuk sekadar makan bagi kurir panggul, kang bajaj, pengamen, pengemis, dan pemulung. Ramai pembeli berarti banyak botol minuman kemasan yang sudah tak berisi, berarti akan banyak pendapatan pemulung. Begitu juga bagi pengemis dan pengamen.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya