Berita

Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto dan Bacapres Prabowo Subianto/RMOL

Politik

Gandeng Airlangga Cawapres, Prabowo bakal Peroleh Banyak Keuntungan

SABTU, 23 SEPTEMBER 2023 | 23:44 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kans Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menjadi bakal calon wakil presiden dari Prabowo Subianto disebut mencapai 80 persen.

Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti, yang menyebut saat ini Prabowo memiliki tiga opsi nama bakal cawapres untuk mendampinginya di Pilpres 2024.

"Nama pertama tentu saja ada Airlangga sebagai ketua umum partai politik, dalam hal ini Golkar. Yang menurut saya kansnya sampai 80 persen untuk dapat menjadi calon wakil presidennya Pak Prabowo," tutur Ray dalam Youtube BeritaSatu, dikutip Sabtu (23/9).


Berbagai latar belakang menjadikan Airlangga ada di urutan pertama, salah satunya menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Kabinet Indonesia Maju Presiden Joko Widodo. Airlangga juga dipercaya menjadi panglima pengendalian pandemi Covid-19 sebagai Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).

Selain Airlangga, nama kedua yang jadi kandidat cawapres Prabowo adalah Menteri BUMN Erick Thohir. Erick diusulkan menjadi bakal cawapres Prabowo oleh Partai Amanat Nasional (PAN).

 "Yang kedua Erick Thohir, seperti yang diusulkan PAN, saya kira kansnya 20-30 persen dan terakhir putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka," ujar Ray.

Senada dengan Ray, pakar komunikasi politik Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing menilai ada sejumlah keuntungan yang bisa didapatkan Prabowo jika memilih Airlangga sebagai cawapresnya.

"Saya kira keuntungan dari sudut elektabilitas, dari sudut keterpilihan nanti di pilpres, kenapa? Kan kalau kita lihat memang tingkat elektabilitas Airlangga rendah, tapi jangan dilupakan Airlangga punya dua kelebihan utama, dia adalah teknokrat, menyelamatkan ekonomi Indonesia pada masa Covid kan, artinya dia pelaku kebijakan ekonomi sehingga terjaga ekonomi kita," ujar Emrus.

Kedua, mesin politik Golkar mengakar dari tingkat pusat ke desa.

“Kedua bahwa mesin politik Golkar ini hebat. Begitu mereka ingin memenangkan pilpres nanti tentu ada kesatuan yang utuh di antara mereka sehingga mesin politik, ke bawah bisa bergerak. Jadi tidak ada pecah suara Golkar menjadi mendukung kandidat yang lain," kata Emrus.

Terpisah, Airlangga yang ditemui usai deklarasi dukungan Demokrat untuk Prabowo mengaku, bahasan cawapres Prabowo Subianto menjadi babak akhir dari KIM.

"Dengan partai-partai yang baru kami berharap strategi lanjutannya seperti yan
g kemarin sudah dibahas ini sekarang akan lebih kencang lagi. (Cawapres) tinggal chapter terakhir. (Pembahasan cawapres) chapter terakhir. Tinggal satu dua langkah lagi," kata Airlangga.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Siapa di Balik Penyadapan Presiden Prabowo?

Kamis, 05 November 2026 | 06:29

Mengendus Pasal Makar

Kamis, 05 November 2026 | 06:14

DPRD Dukung Roadshow Pramono Anung ke 44 Kecamatan

Kamis, 05 November 2026 | 06:04

Mengenal Listyo Sigit, Eks Kapolri yang Jadi Raja Oknum

Kamis, 05 November 2026 | 05:57

Penyadapan Presiden Prabowo Bukan Kasus Biasa

Kamis, 05 November 2026 | 05:43

BPOM Buka Suara soal Vape Mengandung Obat Bius Etomidat dan Ketamin

Kamis, 05 November 2026 | 05:10

Intelektualisme Pemuda Kunci Memperkuat Persatuan Bangsa

Kamis, 05 November 2026 | 04:44

Kasus Listyo Sigit Imbas Sistem UUD 2002 yang Memproduksi Kegaduhan

Kamis, 05 November 2026 | 04:26

PAM Jaya Raih Penghargaan Pembayar Pajak Terbesar di Jakpus

Kamis, 05 November 2026 | 04:22

MUI: Penyadapan Presiden Kategori Tajassus dan Berdosa

Kamis, 05 November 2026 | 04:08

Selengkapnya