Berita

Komunikolog politik dan hukum nasional, Tamil Selvan/Ist

Politik

Anies-Cak Imin Bersatu, Pengamat: Sejarah yang Persatukan Kekuatan Politik Islam

SABTU, 02 SEPTEMBER 2023 | 03:26 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Sebuah dinamika baru tengah mengguncang dunia politik nasional, usai bersatunya Anies Baswedan dengan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebagai bakal pasangan calon pada Pilpres 2024.

Bahkan, turbulensi politik ini dianggap sebagai sejarah yang mempersatukan kekuatan politik Islam.

"Ini saya kira mengubah kontestasi atau struktur strategi secara total," ujar komunikolog politik dan hukum nasional, Tamil Selvan, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (1/9).


Sosok yang akrab disapa Kang Tamil ini melihat, PKB merupakan satu-satunya partai politik yang memiliki basis elektoral yang jelas, memiliki kursi yang cukup signifikan di DPR, punya tokoh yang cukup berkaliber, dan tidak memiliki ikatan atau belenggu tersandera kepentingan politik Presiden Joko Widodo.

"Maka dalam konteks ini, kalau Nasdem saja yang memiliki 59 kursi di DPR dan kita boleh katakan tidak memiliki basis elektoral yang jelas, berani mengusung orang untuk menjadi capres. Maka PKB yang memang sudah jadi partai cukup tua, memiliki basis elektoral yang jelas, tentu sangat realistis dengan mengusung Cak Imin sebagai cawapres," papar Kang Tamil.

Dosen Universitas Dian Nusantara ini menilai, bersatunya Anies dengan Cak Imin merupakan sejarah yang mempersatukan kekuatan politik Islam.

"Kalau bahasa saya itu, bersatunya kekuatan politik Islam amar maruf nahi munkar, dengan rahmatan lil alamin. Kalau kita mau mengelompokkan, kelompok Islam putih dengan kelompok Islam hijau, itu hari ini bersatu, dan itu merupakan kekuatan politik yang sangat besar," pungkas Kang Tamil.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Jasa Kiai Kampung

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:26

Waketum MUI Usul Gaji Guru Pesantren di Atas UMR

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:16

Jangan Takut Kritik Pemerintah

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:04

Saham BYAN Mencuat, IAW Ingatkan soal Pengawasan Regulator

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:20

Melawan Amplop di Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:08

Program Streamlining Danantara Tak Boleh Identik dengan PHK

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:38

Investor Diajak Terlibat 37 Proyek Investasi Strategis di Jakarta

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:17

Budi Arie Tolak Cabut Analisis Pemilu sebelum 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:02

Jangan Berhenti pada Janji 15 Desember

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:35

Pajak Diduga Bocor Rp5 Triliun, Purbaya Kantongi 40 Nama Perusahaan Baja

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:21

Selengkapnya