Berita

Ketua DPP PDIP Said Abdullah/Net

Politik

Nasdem Gandeng Muhaimin, PDIP Membuka Diri jika Demokrat Ingin Bergabung

JUMAT, 01 SEPTEMBER 2023 | 17:09 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

DPP PDIP membuka diri apabila Partai Demokrat ingin bergabung dengan poros kerja sama politik bersama PDIP, PPP, Perindo dan Hanura untuk mengusung Ganjar Pranowo sebagai bakal capres.

Hal itu disampaikan Ketua DPP PDIP Said Abdullah menanggapi ramainya wacana duet Anies Baswedan- Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang dibocorkan Partai Demokrat.

“Kami, PDI Perjuangan sangat membuka diri jika kawan kawan Partai Demokrat bergabung dengan PDI Perjuangan,” kata Said kepada wartawan, Jumat (1/9).


Terlebih, kata Said, Ketua DPP PDIP Puan Maharani dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) intensif menjalin komunikasi dalam beberapa waktu terakhir.

“Apalagi antara mbak Puan Maharani dan mas AHY beberapa waktu lalu juga sudah terjalin komunikasi yang baik. Semangat ke depan yang kita butuhkan adalah semangat persatuan nasional sebagai modal pokok bergerak cepat untuk kemajuan Indonesia,” kata Ketua Banggar DPR RI ini.

Di sisi lain, Said menyebut bahwa Partai Demokrat merupakan partai besar yang diyakini masih mempunyai pengaruh terhadap perpolitikan nasional ke depan.

“Partai Demokrat partai besar, bahkan pernah menjadi partai pemenang pemilu 2009. Saya yakin Demokrat akan tetap menjadi penentu penting dalam konstelasi politik kita kedepan,” pungkas Said.

Sebelumnya, Sekjen Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya mengatakan, kabar penunjukan Cak Imin sebagai bakal cawapres sudah dikonfirmasi Demokrat secara langsung kepada Anies Baswedan. Kepada Demokrat, Anies mengamini kabar tersebut.

Di sisi lain, Demokrat mengklaim keputusan tersebut atas inisiatif Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh.

"Anies menyetujui kerja sama politik Nasdem dan PKB, untuk mengusung Anies-Muhaimin. Persetujuan ini dilakukan secara sepihak atas inisiatif Ketum Nasdem, Surya Paloh," tegas Teuku Riefky kepada wartawan, pada Kamis malam (31/8).

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Perang di Meja Runding

Kamis, 09 April 2026 | 06:16

Kecanggihan Alat Perang AS-Israel Bisa Dikalahkan

Kamis, 09 April 2026 | 06:04

Polisi di Jateng Dilaporkan Usai Rekam Polwan Mandi

Kamis, 09 April 2026 | 05:36

Tatanan Baru Dunia di Bawah Naungan Syariah Islam dan Khilafah

Kamis, 09 April 2026 | 05:26

Pemuda di Solo Tanam Ganja di Rumah

Kamis, 09 April 2026 | 05:10

Polda Sumsel Pamerkan 1.715 Unit Motor Hasil Curian

Kamis, 09 April 2026 | 04:20

Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terpopuler di Asia

Kamis, 09 April 2026 | 04:16

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas

Kamis, 09 April 2026 | 04:01

Mental Baja di Ujung Kiamat, Iran Tetap Berkata ‘Tidak’

Kamis, 09 April 2026 | 03:30

Jusuf Kalla Tersinggung Berat Omongan Rismon

Kamis, 09 April 2026 | 03:28

Selengkapnya