Berita

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah/Ist

Politik

Perang Propaganda Bagus Bagi Politik 2024

KAMIS, 17 AGUSTUS 2023 | 18:07 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Propaganda menjadi "senjata" yang dilakukan kelompok tertentu untuk menjatuhkan lawan-lawan politik mereka. Seperti yang tengah terjadi saat ini, terkait Food Estate yang dianggap merusak lingkungan.

Pemangku program Food Estate diketahui adalah Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang diberi mandat oleh Presiden Joko Widodo, yang notabene merupakan kader PDI Perjuangan selaku pihak yang belakangan mengkritik keras Food Estate.

Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, propaganda politik ini tidak banyak memiliki pengaruh elektoral bagi PDIP, apalagi mengembalikan dukungan relawan Jokowi ke PDIP.


“Karena dalam catatan IPO loyalis Jokowi didominasi oleh pemilih yang memang tidak peduli dengan isu apapun, hanya mengandalkan faktor kesukaan semata,” kata Dedi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (17/8).

Dedi menilai sikap Prabowo yang ringan menanggapi isu tersebut sudah tepat.

“Untuk itu, perang opini ini akan ditanggapi ringan oleh Prabowo, karena mereka bisa menghitung kekuatan isu itu terhadap dirinya,” ucapnya.

Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah ini pun menganggap baik adanya propaganda politik ini, karena bisa menggiring masyarakat untuk berdiskusi dan berargumentasi secara sehat.

“Lain hal, peperangan propaganda ini akan bagus bagi politik 2024, karena akan memunculkan argumen yang paling baik untuk dipilih publik,” tutupnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya