Berita

Ilustrasi/Net

Publika

Asap dan Debu Kemerdekaan

RABU, 16 AGUSTUS 2023 | 22:49 WIB | OLEH: SALAMUDDIN DAENG

SETELAH 78 tahun merdeka, akhirnya ada juga yang menjadi nomor satu di dunia selain kemampuan negara ini dalam mengeruk sumber daya alam. Apa itu? Ibukota negara Indonesia yakni Jakarta berdasarkan penilaian internasional telah ditetapkan sebagai kota dengan polusi udara nomor satu di dunia.

Penilaian ini diberikan oleh sebuah lembaga global yang cukup kredibel. Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta berada di angka 170 atau masuk dalam kategori tidak sehat dengan polusi udara PM2.5. KLHK sendiri sebagai lembaga pemerintah mengakui bahwa sumber polusi berasal dari sektor transportasi.

Jadi polusi Jakarta ini karena konsumsi BBM yang luar biasa besar, sehingga menghasilkan asap yang mencemari udara hingga pada tingkat yang sangat buruk dan berbahaya bagi kesehatan manusia.


Sebenarnya ada upaya untuk mengurangi konsumsi BBM dan LPG di Indonesia khususnya di Jakarta yakni dengan program mobil dan motor listrik serta kompor induksi. Namun, program mobil-motor listrik tampaknya dibuat untuk digagalkan, mengapa dikatakan demikian? Karena insentif dan subsidi motor listrik hanya untuk kelompok masyarakat miskin, yang boro-boro beli motor listrik, makan aja masih susah.

Sementara program kompor induksi untuk mengganti LPG yang juga berbahan baku minyak bumi malah dikeroyok rame-rame oleh DPR. Jadi keduanya gagal sudah!

Kondisi polusi Jakarta yang terus meningkat dari tahun ke tahun sebetulnya sudah diperingatkan oleh berbagai kalangan. Bahkan, ada yang menggugat pemerintah ke pengadilan atas kelalaiannya dalam mengatasi polusi. Pemerintah lalai dalam menjamin keselamatan bangsa Indonesia sebagaimana amanat Pembukaan UUD 1945.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan beberapa pejabat pemerintah lainnya, termasuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dinyatakan bersalah atas kelalaian lingkungan dalam gugatan perdata di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (19/9/2021). Mereka dianggap gagal mengatasi polusi udara kronis.

Gugatan ini sebelumnya diajukan warga pada 2019 terhadap Presiden RI, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Kesehatan, dan Gubernur DKI Jakarta, serta Gubernur Banten dan Gubernur Jawa Barat.

Gugatan yang diajukan 32 orang penggugat dari Gerakan Inisiatif Bersihkan Udara Koalisi Semesta (Ibu Kota) ini mengatakan gugatan itu adalah upaya terakhir untuk memaksa pihak berwenang mengambil tindakan terhadap polusi udara di Jakarta dan sekitarnya, daerah yang dihuni lebih dari 30 juta orang.

Memang Jokowi, Anies, dan gubernur Jawa Barat tidak dihukum badan atas putusan pengadilan ini, akan tetapi telah dinyatakan bersalah. Jadi sebenarnya ini adalah putusan yang serius, sebagai peringatan keras agar pemerintah berbenah.

Jika putusan seperti ini di negeri lain, boleh jadi presiden dan gubernurnya akan mundur sebagai bentuk pertanggung jawaban politik dan moral. Namun hal itu tidak mungkin berlaku di Indonesia.

Setelah putusan pengadilan tidak digubris, sekarang giliran alam yang mengadili. Polusi menyelimuti kota Jakarta disaat upacara peringatan ulang tahun  kemerdekan RI yang ke 78.

Besok menjelang detik proklamasi ribuan kamera dari seluruh dunia akan mengambil foto Jakarta berselimut asap, debu, dan logam berat di udara. Apakah foto Jakarta besok 17 Agustus 2023 akan tampak hitam?

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Penggerebekan Pesantren

Senin, 02 November 2026 | 18:26

DPR Gandeng Kementerian PPPA Dorong Gerakan Nasional Antibullying

Senin, 02 November 2026 | 18:20

Gibran Ingatkan Ancaman Hoaks terhadap Kerukunan Masyarakat

Senin, 02 November 2026 | 18:06

Antisipasi Gangguan Selat Hormuz, Chandra Asri Bangun Fasilitas Pengganti Nafta

Senin, 02 November 2026 | 18:02

Program Kemenag Harus Sejalan dengan Visi-Misi Prabowo

Senin, 02 November 2026 | 17:41

Kemenhaj Rekrut Tenaga Pendukung untuk Urus Visa Haji 2027

Senin, 02 November 2026 | 17:34

Ahmad Doli Harap Pimpinan Parpol Segera Bertemu Bahas Gibran

Senin, 02 November 2026 | 17:31

Gibran Tetap Blusukan ke Daerah di Tengah Polemik Putusan MA dan MK

Senin, 02 November 2026 | 17:25

Kesejahteraan Rakyat di Daerah Tambang Nikel Harus jadi Perhatian Pemerintah

Senin, 02 November 2026 | 17:09

Cegah Kekerasan di Pesantren, Kemenag Buka Pelatihan Daring melalui MOOC Pintar

Senin, 02 November 2026 | 17:02

Selengkapnya