Berita

Ilustrasi/Net

Kesehatan

Lawan Varian Eris, Ahli Segera Luncurkan Vaksin Covid-19 Baru

SELASA, 15 AGUSTUS 2023 | 06:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Para ahli kesehatan Amerika Serikat memastikan bahwa vaksin Covid-19 baru akan keluar bulan depan, namun mereka skeptis dengan penerimaan masyarakat meskipun varian Eris sedang mewabah.

Reuters melaporkan pada Selasa (15/8), penyedia layanan kesehatan dan apotek seperti CVS Health akan mulai menawarkan suntikan bulan depan, diperbarui untuk melawan virus versi Omicron yang telah dominan sejak tahun lalu.

"Mereka akan melawan kekhawatiran yang menurun tentang virus, serta kelelahan dan skeptisisme tentang manfaat vaksin ini," kata Direktur Metodologi Survei Yayasan Keluarga Kaiser Ashley Kirzinger.


"Pejabat kesehatan masyarakat, jika mereka ingin melihat mayoritas orang dewasa mendapatkan vaksin tahunan ini, mereka harus menyampaikan kepada publik Amerika bahwa Covid belum berakhir dan masih menimbulkan risiko bagi mereka," ujarnya.

Dia mengatakan, alasan utama orang menolak untuk divaksin adalah mereka yakin memiliki perlindungan dari virus karena suntikan atau infeksi sebelumnya.

Permintaan vaksin telah turun tajam sejak 2021 ketika pertama kali tersedia dan lebih dari 240 juta orang di AS, atau 73 persen populasi, menerima setidaknya satu suntikan.

Tahun lalu, penjualan vaksin Pfizer dan Moderna mencapai 56 miliar dolar AS di seluruh dunia, analis memproyeksikan sekitar 20 miliar dolar AS untuk tahun ini.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya