Berita

Waketum PAN, Yandri Susanto/RMOL

Politik

Mengacu Survei Terbaru, PAN Kirim Sinyal Dukung Prabowo

RABU, 02 AGUSTUS 2023 | 15:50 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Partai Amanat Nasional (PAN) masih merahasiakan kecenderungan bakal mendukung salah satu dari dua bakal capres yakni Prabowo Subianto atau Ganjar Pranowo.

Meskipun, dalam survei LSI-Denny JA terbaru, elektabilitas Prabowo Subianto unggul dari Ganjar Pranowo sekitar 10,4 persen jika head to head.

“Kalau kecenderungan ke salah satu, apakah ke Prabowo atau ke Ganjar, itu pasti ada. Tapi ke siapanya itu yang masih kami rahasiakan. Intinya kami tetap sekarang konsisten untuk melakukan komunikasi dengan Pak Ganjar atau Pak Prabowo,” kata Wakil Ketua Umum PAN Yandri Susanto kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/8).


Saat disinggung mengenai kemungkinan apakah lebih cenderung ke Prabowo Subianto dengan mengacu survei terbaru, Yandri tak menampiknya.

“Ya bisa jadi walaupun ada selisih begitu,” kata Wakil Ketua MPR RI dari fraksi PAN ini.

Namun, ditegaskan Yandri, partainya tetap memprioritaskan Menteri BUMN Erick Thohir agar bisa diusung sebagai bakal cawapres oleh Prabowo Subianto maupun Ganjar Pranowo.

“Jadi kalau mau ingin memastikan Pak Ganjar mau menang ambil Erick Thohir, kalau Pak Prabowo mau menang ambil Erick Thohir, itu saja,” pungkasnya.

Sebelumnya, elektabilitas bakal capres Partai Gerindra Prabowo Subianto masih unggul telak secara head to head atas bakal capres PDIP Ganjar Pranowo hingga 10,4 persen.

Hal itu terpotret dalam rilis terbaru LSI-Denny JA “Mengapa Jarak Prabowo dan Ganjar Melebar?” yang dipaparkan pada hari ini, Senin (31/7).

“Kini, di bulan Juli 2023, jarak elektabilitas Prabowo Subianto vs Ganjar Pranowo mencapai double digit (10.4 persen). Elektabilitas Prabowo sebesar 52 persen. Elektabilitas Ganjar sebesar 41.6 persen,” ungkap Direktur CPI LSI-Dennny JA, Hanggoro Doso Pamungkas dalam keterangannya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya