Berita

Ilustrasi/Net

Global

Rusia Tawarkan Jaminan atas Pasokan Biji-bijian Afrika

SABTU, 22 JULI 2023 | 20:30 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Setelah memutuskan untuk keluar dari kesepakatan biji-bijian Ukraina, Rusia menyatakan kesediannya untuk mengirim pasokannya kepada negara-negara yang membutuhkan.

Menurut Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Vershinin, Moskow dapat memahami kekhawatiran negara-negara yang bergantung dengan pasokan biji-bijian dari Ukraina, khususnya negara Afrika, setelah mereka memutuskan keluar dari kesepakatan.

Untuk itu, Vershinin mengumumkan bahwa Rusia akan memastikan negara-negara yang membutuhkan tetap mendapatkan pengiriman yang berasal dari pasokannya sendiri.


"Sekarang, kami siap untuk mengganti negara-negara yang membutuhkan dengan jumlah biji-bijian yang sesuai dengan Inisiatif Laut Hitam tahun lalu," katanya kepada wartawan.

Mengutip Africa News, Sabtu (22/7), upaya itu disebut dilakukan untuk meminimalkan dampak negatif dari keputusan Moskow yang memilih keluar dari inisiatif Laut Hitam tersebut.

"Kekhawatiran dari negara-negara Afrika ini dapat dimengerti dan akan diperhitungkan sepenuhnya. Kami telah mengidentifikasi lebih dari 900.000 ton biji-bijian untuk negara-negara yang membutuhkan," tambahnya.

Adapun kesepakatan biji-bijian yang ditengahi oleh PBB dan Turkiye pada tahun lalu telah memungkinkan pengiriman lebih dari 32 juta ton biji-bijian Ukraina melalui Laut Hitam yang diblokade Rusia.

Namun, Moskow mengeluh bahwa kesepakatan tersebut tidak dihormati, yang menyebabkan Rusia meninggalkan kesepakatan itu, dan memicu meningkatnya kekhawatiran bagi negara-negara Afrika yang sangat membutuhkan sumber daya tersebut.

Akan tetapi, Presiden Rusia, Vladimir Putin, sebelumnya menyatakan bahwa Rusia akan kembali ke kesepakatan itu jika tuntutan mereka sepenuhnya dipenuhi.

Sementara itu, KTT untuk membahas masalah pasokan biji-bijian lebih lanjut dijadwalkan akan segera diadakan di Saint Petersburg, Rusia, pada akhir bulan ini.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya