Berita

Ilustrasi/Net

Dahlan Iskan

Gak Patheken

SELASA, 18 JULI 2023 | 04:10 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

SOAL disway.id kemarin menarik sahabat disway di Los Angeles untuk ikut berbagi cerita: drg Irawan.

Saya pernah tidur di rumahnya. Diajak pula keliling Los Angeles, makan mie. Ia penerbit Indonesia Media, majalah berbahasa Indonesia untuk orang asal Indonesia di Amerika. Inilah catatan sahabat Disway di Amerika itu:

Kami ada organisasi ADA (American Dental Association) untuk tingkat federal, dan CDA (California Dental Association). Keanggotaanya tentu saja berbayar sekitar USD 1.500/tahun.
Di samping itu ada lagi San Gabriel Dental Society, untuk tingkat lokal. Tapi kami tidak diwajibkan untuk ikut organisasi begituan.

Di samping itu ada lagi San Gabriel Dental Society, untuk tingkat lokal. Tapi kami tidak diwajibkan untuk ikut organisasi begituan.

Betul dulu saya member, tapi karena harus bayar sampai USD 1.500- USD 2.000 lama-lama malas juga. Mendingan buat cukongin Tokoh Dahlan makan bakmi di Resto Minh Nghia saja.

Benefit dari organisasi gituan adalah, setahun sekali ada Dental Convention dengan banyak seminar continuing education credit yang gratis. Dana itu juga untuk  membiayai para pemimpin untuk lobi-lobi peraturan di Kongres yang berkaitan dengan profesi dentist.

Saya potong dulu. Izin praktik dentist dikeluarkan oleh California Dental Board Licensing. Yang berkantor di pemerintah negara bagian California di Sacramento. Jadi bukan atas rekomendasi organisasi dokter gigi.

Jadi dalam hal ini, Budi Gunadi Sadikin c/q Jokowi sudah betul. Kita bayar lisensi itu sekitar US 750/2 tahun.

Betul untuk perpanjangan license kita harus memenuhi 50 jam continuing education credit. Kita boleh ikut CDA dan bayar USD 1.500- USD 2.000/ tahun, atau beli ketengan di seminar-seminar lainnya. Atau masih banyak seminar lain yang gratis, berikut dikasih makan. Tentu saja saya memilih hemat itu pangkal kaya.

Para pemberi seminar gratis umumnya para spesialis. Mereka mengharapkan kita bisa merujuk pasien-pasien kami kalau perlu rujukan ke spesialis. Never a free lunch.

Bagaimana kalau pasien mau melaporkan tindakan unprofessional dari dokter?
Gampang, gugat saja ke pengadilan. Bisa dapat duit. Atau bisa lapor kepada Dental Board Licensing. Izin dokter bisa ditangguhkan atau dicabut bila terbukti. Jadi alasan IDI dan pendukungnya takut kehilangan senjata untuk melindungi masyarakat, itu hanya omong kosong. Malah terkesan menghambat pelayanan kesehatan.

Sebenarnya pembubaran IDI (baca MUI dokter) seharusnya sudah lama harus terjadi. Karena lebih banyak mudaratnya ketimbang manfaatnya.

Saya mencurigai jangan-jangan IDI disponsori  Singapura dan Malaysia. Guna mempersulit pasien Indonesia dan akhirnya pada pergi ke Penang atau Singapore untuk memboroskan devisa.

Sebenarnya saya punya cerita sukses tentang pelayanan kesehatan yang dialami oleh relatif saya. Tapi apakah dia mau di-exposed atau tidak saya tidak tahu.
Biasalah kalau orang Tionghoa yang selalu ditekan, semakin ditekan ternyata semakin menjulang dan akhirnya malah menjadi sandaran kolega-koleganya memberi layanan kesehatan yang significant terhadap dunia kesehatan di Indonesia.

Jangan lupa rumah saya selalu terbuka untuk Tokoh beristirahat kalau kebetulan mampir di LA.

Saya baru saja mendaftar ikut seminar dan konvensi dentistry kedokteran gigi di LA. Program ini diselenggarakan oleh LA Dental Meeting. Di Hotel Hilton Pasadena. Dua hari di bulan September. Ada 4 kali seminar yang akan saya ikuti, keseluruhan seminar mungkin 20-an.

Pasalnya saya hanya bisa ikut 4, karena badan saya hanya satu. Tidak bisa saya hadir di 5 ruangan seminar secara simultan. Seminar/convention dimulai dari jam 8.30 pagi sampai jam 4.30 sore. Ada break selama 2 jam buat makan siang dan lihat pameran produk dan peralatan dentistry.

Coba terka berapa biaya yang harus saya bayar?  Untuk lunch dibanderol USD 77, all you can eat, dan gala dinner pada malam akhir convention USD 150. Ada dansa dan live band.

Seminar ada yang berbayar. Satu seminar USD 150, dan workshop USD 200. Tapi ada juga yang gratis. Tentu saya pilih yang gratis. Jadi total saya hanya bayar USD 0.
Paling-paling saya parkir mobil yang harus bayar. Saya tidak usah makan siang karena saya mau nonton pameran dan belanja produk-produk yang saya perlukan. Biasanya harga sale.

Lagi pula saya lagi menjalani OMAD (One meal a day). Ini karena saya terinspirasi Fadli Zon, yang selalu nyinyir mau nurunin Jokowi. Tapi ternyata yang berhasil diturunkan  berat badannya. So far berat badan saya sudah turun 24 pounds. Tentu masih kalah oleh Fadli Zon yang turun 32 kg.

Jangan takut kalau pihak penyelenggara convention bakal bangkrut kalau semua pesertanya kikir seperti saya. Mereka mendapatkan dana dari stan pameran dan jualan di sana.

Jadi tidak ikutan member CDA juga "ndhak pateken", (pinjam istilah Pak Harto).

Populer

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

UPDATE

Mendag AS Akhirnya Mengakui Pernah Makan Siang di Pulau Epstein

Kamis, 12 Februari 2026 | 10:10

Israel Resmi Gabung Board of Peace, Teken Piagam Keanggotaan di Washington

Kamis, 12 Februari 2026 | 10:09

Profil Jung Eun Woo: Bintang Welcome to Waikiki 2 yang Meninggal Dunia, Tinggalkan Karier Cemerlang & Pesan Misterius

Kamis, 12 Februari 2026 | 10:08

Harga Minyak Masih Tinggi Dipicu Gejolak Hubungan AS-Iran

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:59

Prabowo Terus Pantau Pemulihan Bencana Sumatera, 5.500 Hunian Warga Telah Dibangun

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:49

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp16.811 per Dolar AS

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:47

Salah Transfer, Bithumb Tak Sengaja Bagikan 620.000 Bitcoin Senilai 40 Miliar Dolar AS

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:33

Menteri Mochamad Irfan Yusuf Kawal Pengalihan Aset Haji dari Kementerian Agama

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:18

Sinyal “Saling Gigit” dan Kecemasan di Pasar Modal

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:09

KPK: Kasus PN Depok Bukti Celah Integritas Peradilan Masih Terbuka

Kamis, 12 Februari 2026 | 08:50

Selengkapnya