Berita

Wakil Sekretaris Dewan Pembina Partai Golkar, Lalu Mara Satriawangsa/Net

Publika

Munaslub Partai Golkar, Jauh Asap dari Panggang

OLEH: LALU MARA SATRIAWANGSA*
RABU, 12 JULI 2023 | 19:02 WIB

AWAL pekan ini, grup WhatsApp di internal Partai Golkar ramai. Ada apa gerangan?

Adalah Ridwan Hisjam, politisi senior, Anggota Dewan Pakar Partai Golkar, yang menghentak jagat maya lewat pernyataannya soal Munaslub, usai mengikuti rapat internal Dewan Pakar di kediaman Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono, Minggu (9/7).

Ridwan menyitir keputusan rapat Dewan Pakar yang meminta hasil Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar 2019 yang menetapkan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto menjadi bakal calon presiden (bacapres) dievaluasi.


Dasarnya adalah Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang digawangi Golkar, PAN, dan PPP sudah tak sejalan. PPP sudah memilih Ganjar Pranowo sebagai bakal capres. Sementara Golkar dan PAN belum menentukan arah politiknya.

Ia berdalih jika pada akhirnya Airlangga Hartarto tidak diusung sebagai capres, maka keputusannya harus diubah lewat Munaslub.

Sontak berita yang mengutip pernyataan Ridwan Hisjam ini disambut riuh media-media siber arus utama. Mafhum, sebagai "gadis cantik", Golkar selalu menarik perhatian. Langkahnya selalu dinanti, apalagi di tengah kontestasi Pilpres 2024 yang sedang hangat-hangatnya.

Melihat keramaian akibat pernyataan Ridwan Hisjam itu, Anggota Dewan Pakar Golkar lainnya yang turut hadir menepis pembicaraan atau usulan soal Munaslub. Wakil Ketua Dewan Pakar Golkar, Yuddy Chrisnandi tegas menyampaikan bahwa rapat pleno ke-VIII Dewan Pakar tak membahas usulan Munaslub Partai Golkar.

Yuddy menyampaikan, bahwa Rapat Pleno ke-VIII Dewan Pakar Golkar merekomendasikan 3 poin. Tak ada soal Munaslub. Berikut isinya:

1. Membentuk poros/baru di luar bakal koalisi pencapresan yang sudah ada, sejauh memenuhi Electoral-Presidential. Poros baru ini akan menguntungkan kedudukan dan posisi Partai Golkar, dimana Partai Golkar akan memiliki 'kendaraan politik' dalam pencapresan. Selain itu, poros baru ini akan membangkitkan moril seluruh Caleg Partai Golkar sebagai pejuang-pejuang partai di garis depan dalam menuju kemenangan Pileg Partai Golkar dalam Pemilu 2024.

2. Sejalan dengan rekomendasi angka (1) di atas, maka Ketua Umum DPP Partai Golkar sebagai Mandataris Munas X yaitu, saudara Airlangga Hartarto mendeklarasikan diri sebagai calon presiden dari Partai Golkar, dan sekaligus menentukan pasangan cawapresnya sesegera mungkin dengan batas waktu selambatnya sebelum bulan Agustus 2023 berakhir.

3. Dalam rangka menyukseskan Pemilu 2024, Dewan Pakar Partai Golkar mengusulkan agar saudara Airlangga Hartarto bersama Partai Golkar menyelenggarakan program Airlangga Hartarto Menyapa Rakyat di seluruh Indonesia, demi memenangkan Pilpres dan Pileg 2024.

Dari sini jelas bahwa yang disampaikan Ridwan Hisjam kepada media selaku anggota Dewan Pakar tidak selaras dengan yang disampaikan anggota sekaligus Wakil Ketua Dewan Pakar lainnya, Yuddy Chrisnandi.

Golkar sendiri soal capres sudah punya fatsun. Munas X Golkar tahun 2019 menetapkan keputusan bahwa sikap Partai Golkar terhadap Pemilu 2024, menyebutkan Partai Golkar memberikan mandat penuh kepada Ketua Umum terpilih untuk menetapkan capres atau cawapres.

Pasal 1, menerima usulan agar Partai Golongan Karya mengusung kader terbaiknya sebagai calon presiden dan/atau calon wakil presiden pada Pemilihan Umum Tahun 2024.

Pasal 2, memberikan mandat penuh kepada Ketua Umum terpilih untuk menetapkan calon presiden dan/atau calon wakil presiden dan menentukan momentum serta strategi yang tepat dalam melakukan persiapan menghadapi Pemilihan Presiden Tahun 2024.

Selain itu, Dewan Pembina Partai Golkar jauh-jauh hari sudah menyampaikan tiga butir rekomendasi untuk DPP Partai Golkar. Pertama, meminta DPP Partai Golkar mencalonkan Ketua Umum sebagai Presiden atau Wakil Presiden sesuai amanat Munas 2019. Karena Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto adalah kader terbaik Partai Golkar saat ini.

Kedua, mempertimbangkan agar pasangan Airlangga Hartanto dalam Pilpres 2024 harus memiliki dampak elektoral kepada caleg-caleg Partai Golkar.

Ketiga, meminta DPP mengingatkan kembali kepada masyarakat bahwa Golkar adalah partai tengah yang tak menghendaki negara ini dibawa ke kiri atau ke kanan.

Sebagaimana halnya konstitusi, keputusan Munas, forum pengambil keputusan tertinggi hendaknya dihormati dan dipatuhi oleh seluruh kader Partai Golkar. Seperti penegasan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga bahwa partai yang dipimpinnya solid dalam menghadapi kontestasi baik pileg, pilpres, dan pilkada.

Pertemuan Dewan Pakar pada Minggu malam, kata dia, bukan forum tertinggi partai. Forum tertinggi partai adalah Musyawarah Nasional (Munas).

Jadi sudahlah! Soal Munaslub ini ibarat pribahasa Jauh Asap Dari Panggang.

*Penulis merupakan Wakil Sekretaris Dewan Pembina Partai Golkar

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

UPDATE

LPDP Perkuat Ekosistem Karier Alumni, Gandeng Danantara dan Industri

Kamis, 26 Februari 2026 | 14:04

RDPU dengan Komisi III DPR, Hotman Paris: Tuntutan Mati ABK Fandi Ramadhan Janggal

Kamis, 26 Februari 2026 | 14:02

Kenaikan PT Bikin Partai di DPR Bisa Berguguran

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:39

KPK Panggil Ketua KPU Lamteng di Kasus Suap Bupati

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:38

DPR Jadwalkan Pemanggilan Dirut LPDP Sebelum Lebaran

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:30

Great Institute: Ancaman Terbesar Israel Bukan Palestina, Tapi Netanyahu

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:22

KPK Panggil Edi Suharto Tersangka Kasus Korupsi Penyaluran Bansos Beras

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:06

IHSG Siang Ini Tergelincir, Nyaris Seluruh Sektor Merana

Kamis, 26 Februari 2026 | 12:51

Rusia Pertimbangkan Kirim Bantuan BBM ke Kuba

Kamis, 26 Februari 2026 | 12:29

Partai Buruh Bakal Layangkan Gugatan Jika PT Dinaikkan

Kamis, 26 Februari 2026 | 12:27

Selengkapnya