Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Pasangan di AS Diringkus Setelah Bayi Delapan Bulan Meninggal Dunia Akibat Positif Fentanyl

SENIN, 26 JUNI 2023 | 15:46 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Sepasang suami istri di Sarasota, Florida, Amerika Serikat (AS) diringkus polisi, setelah anak mereka yang berusia 8 bulan ditemukan meninggal dunia, dengan mengandung fentanyl dalam jumlah mematikan.

Berdasarkan laporan yang dimuat New York Post, Senin (26/6), Kantor Sheriff Kabupaten Sarasota melaporkan bahwa bayi itu ditemukan tertelungkup di sofa rumah dalam keadaan tidak responsif selama beberapa jam saat ibunya, Carissa Alexander, sedang merawat bayi tersebut.

Menurut penyidik, bayi itu tidak segera dibawa ke rumah sakit sampai ayahnya, Nicholas Alexander tiba di rumah.


Setelah diinterogasi, dan dilakukan penyelidikan, dengan memeriksa sampel darah dan urin yang diambil dari pasangan tersebut, keduanya diduga mengalami gangguan, dan segera ditangkap oleh kantor sheriff.

"Hasil otopsi menunjukkan bahwa bayi tersebut telah meninggal selama beberapa jam dan mengandung fentanyl dalam jumlah yang mematikan," kata kantor Sheriff.

Kedua pasangan itu kini dihadapkan pada dakwaan pembunuhan dengan kekejaman terhadap anak dan saat ini telah ditahan di Fasilitas Pemasyarakatan Kabupaten Sarasota.

Kematian tragis ini menyoroti bahaya yang dihadapi oleh anak-anak akibat penyalahgunaan obat-obatan terlarang.  

Saat ini, penyelidikan lebih lanjut akan dilakukan untuk memastikan keadilan bagi bayi tersebut, yang telah kehilangan nyawanya.

Populer

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

UPDATE

Anomali Hukum Acara Pidana dalam Kasus Mantan Jampidsus

Minggu, 19 Juli 2026 | 22:14

Refleksi 30 Tahun Kudatuli, Prof Sukidi Ingatkan Bahaya Penyalahgunaan Alat Negara

Minggu, 19 Juli 2026 | 22:04

Gejolak Iran-AS Perpanjang Krisis Energi Global, Indonesia harus Belajar dari India

Minggu, 19 Juli 2026 | 21:41

Hotman Paris Harus Percaya Diri, Tak Perlu Bawa Presiden di Kasus Febri Ardiansyah

Minggu, 19 Juli 2026 | 21:17

Jerat Kemiskinan

Minggu, 19 Juli 2026 | 20:37

Polda Jateng Diminta Profesional Tuntaskan Sengkarut Proyek SMKN 1 Lumbir

Minggu, 19 Juli 2026 | 19:57

Polisi Gelar Patroli Nobar Final Argentina vs Spanyol

Minggu, 19 Juli 2026 | 19:22

KPK Usul Negara Biayai Alat Kampanye Pemilu

Minggu, 19 Juli 2026 | 18:35

Wamenaker Ingin Sinergi SP Pegadaian dan Manajemen jadi Role Model BUMN Lain

Minggu, 19 Juli 2026 | 18:05

Gerindra Tegaskan Prabowo Tak Pernah Intervensi Penegakan Hukum

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:53

Selengkapnya