Berita

Presiden Joko Widodo dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo/Net

Politik

Kemiskinan Ekstrem 0 Persen Target Halusinasi PDIP

SABTU, 10 JUNI 2023 | 11:30 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Target kemiskinan ekstrem 0 persen tahun 2024 sebagaimana dicanangkan PDIP sulit terwujud. Apalagi jika melihat rekam jejak Presiden Joko Widodo serta bakal capres Ganjar Pranowo yang diusung PDIP, masalah kemiskinan masih menjadi PR yang belum selesai.

Dosen ilmu pemerintahan Universitas Sutomo, Efriza mencatat, kuasa PDIP atas pemerintahan hari ini tak berkontribusi positif bagi perekonomian nasional.

“Jokowi saja saat ini sebagai presiden terlihat tak berdaya, karena kemiskinan di tahun 2020 tinggi,” ujar Efriza kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (10/6).


Meski jumlah kemiskinan era Jokowi berada di angka puluhan juta, pengamat politik Citra Institute itu mencatat kategori kemiskinan ekstrem nyaris setengahnya.

“Pada 2020 lalu angka kemiskinan sebesar 24,7 juta jiwa. Tapi ada sebanyak 9,91 masuk kategori miskin ekstrem,” urainya.

Berkaca pada pengalaman pemerintahan Jokowi selama hampir dua periode itu, Efriza ragu capres PDIP, Ganjar Pranowo mampu merealisasikan target 0 persen kemiskinan ekstrem.

Apalagi kinerja Ganjar sebagai Gubernur Jawa Tengah juga belum mampu menurunkan angka kemiskinan.

“Makanya target nol persen itu tidak masuk akal, gagasan halu kalau pakai bahasa anak sekarang. Dan juga tidak mendidik masyarakat. Itu target tinggi yang mustahil terealisasi,” demikian Efriza.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Seriuskah Kemdiktisaintek Menjaga Mutu Pendidikan Tinggi

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:22

Anggota Dewan Etik Golkar Diduga Terlibat Dugaan Penipuan Miliaran

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:11

Membangun Kemandirian Energi Desa Melalui Penguatan Kapasitas Local Hero

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:05

Pertamina Perkuat Kemitraan Strategis Lewat SRM Summit 2026

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31

Kerja Sama KSPSI-UT Perluas Kesempatan Pekerja Raih Pendidikan Tinggi

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:17

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PTPN IV PalmCo Fasilitasi APRC 2026, Perputaran Ekonomi Masyarakat Meningkat

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:58

Isu Wamenhan Baru Jangan Terjebak Kepentingan Bisnis dan Korporasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:55

Paroki Kraksaan Menanti Kejelasan

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:32

Pramono-Erick Thohir Godok Persiapan FIFA ASEAN Cup di Jakarta

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:24

Selengkapnya