Berita

Jurnalis berkebangsaan Afganistan-Amerika, Ali Latifi/Net

Dunia

Sejak Ditahan Aparat Taliban, Jurnalis Afghanistan-Amerika Ali Latifi Hilang Kontak

JUMAT, 19 MEI 2023 | 20:24 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Sejak dibawa pergi oleh aparat keamanan Taliban, jurnalis berkebangsaan campuran Afghanistan-Amerika, Ali Latifi dilaporkan tidak dapat dihubungi.

Kerabatnya di Afghanistan mengatakan Latifi ditangkap polisi Taliban setelah makan malam di rumah Hashmat Ghani. Ia seorang pemimpin suku terkemuka dan saudara mantan Presiden Ashraf Ghani pada Kamis (18/5).

"Saat itu ia sedang menaiki taksi menuju apartemennya, tetapi dihentikan oleh polisi di area PD6 Kabul sekitar pukul 21.30," tuturnya, seperti dimuat The National News.


Hingga Jumat (19/5), keluarga dan teman kantornya mengaku tidak bisa menhubunginya. Mereka sangat khawatir dengan keselamatan Latifi.

"Panggilan dan pesan ke ponsel Latifi pada hingga pagi ini tidak dibalas," kata salah satu kerabat jurnalis.

Diduga ponselnya telah disita oleh pihak berwenang selama penahanan.

Latifi, merupakan jurnalis untuk beberapa outlet berita internasional. Ia terkenal di Afghanistan, sejak memutuskan untuk menetap di negara itu selama 10 tahun terakhir.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Anjlok Hampir 6 Persen

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:29

Trump dan Gedung Putih Unggah Peta Baru Selat Hormuz yang Bikin Panas Iran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:17

Wall Street Merah, Saham Teknologi Berguguran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:04

Harvard Didenda Rp947 Miliar atas Skandal Penjualan Bagian Tubuh Jenazah

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:03

Dolar AS Bergerak Terbatas, Indeks DXY Menguat Tipis di Level 99,63

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:47

Logam Mulia Serempak Anjlok Dihantam Naiknya Imbal Hasil Obligasi

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:25

Bursa Eropa Loyo, Saham Teknologi Berguguran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:06

Konsep Ketahanan Iklim Ala Indonesia Menggema di Forum Menteri LH Anggota BRICS

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:59

Kenaikan Anggaran Pendidikan Harus Wujudkan Sekolah Dasar Gratis

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:32

42 Pemegang Izin Kehutanan Ditindak Gegara Karhutla

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:19

Selengkapnya