Berita

Menko PMK Muhadjir Effendy bersama Perdana Menteri Vanuatu, Ishmael Kalsakau, dan Menteri Luar Negeri Jotham Napat. Muhadjir membawa bantuan kemanusiaan untuk negara itu/Ist

Politik

Terbang ke Vanuatu, Menko Muhadjir Jalankan Diplomasi “Sentuh Hati”

RABU, 10 MEI 2023 | 09:45 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy dipercaya Presiden Joko Widodo untuk diplomasi “sentuh hati” ke Republik Vanuatu, yang merupakan negara paling keras mendukung Gerakan Pembebasan Papua Barat (ULMWP).

Diplomasi “sentuh hati” itu dilakukan dengan memberi bantuan kemanusiaan saat negara yang ada di Samudera Pasifik bagian selatan itu dilanda bencana alam Siklon Judy dan Kevin.

Bencana yang terjadi pada awal Maret 2023 lalu mengakibatkan kerusakan infrastruktur, pencemaran sumber air, hingga kerusakan koneksi telepon dan internet. Pemerintah Vanuatu menetapkan keadaan darurat dan meminta bantuan luar negeri.


Meski misi diplomasi “sentuh hati” tidak diutarakan secara verbal, tapi bisa dilihat dari cara pemerintah Indonesia mengambil langkah kemanusiaan sebagai pintu masuk penyelesaian masalah hubungan kedua negara akibat perbedaan sikap soal Papua Barat.  

Bahwa concern kemanusiaan Indonesia tidak terpengaruh oleh sikap politik Vanuatu yang paling keras mendukung gerakan separatis di Papua Barat yang tentunya tidak disukai Jakarta.

Muhadjir tiba di Vanuatu sekitar Pukul 11.20 waktu setempat. Tampak dalam rombongan antara lain, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, Ketua Komisi VIII DPR Ashabul Kahfi, dan Duta Besar Indonesia untuk Australia, Siswo Pramono.

Mereka diterima secara langsung oleh Perdana Menteri Vanuatu, Ishmael Kalsakau, didampingi Menteri Luar Negeri  Jotham Napat serta para pejabat pemerintahan. Penyambutan dilakukan dengan penuh persahabatan.

"Tadi saya sudah membicarakan lebih lanjut secara teknis bagaimana distribusi bantuan maupun rehabilitasi gedung VIP Bandara Vanuatu yang sudah menjadi komitmen dan atas persetujuan bapak presiden juga untuk kita segera lakukan perbaikan," jelas Muhadjir, lewat rilis yang diterima redaksi, Rabu (10/5).

Dia berharap kerja sama antara negara Indonesia dengan Vanuatu semakin meningkat di masa mendatang. Tidak hanya sebatas bantuan kemanusiaan tetapi juga permasalahan ekonomi.

Perkuat kerja sama
Selain itu, kerja sama tersebut dapat memperkuat posisi masing-masing dalam kaitannya keberadaan wilayah Indonesia dengan Vanuatu di kawasan Pasifik, khususnya Pasifik Selatan. Saat ini Indonesia bersama Vanuatu bermitra dalam organisasi multilateral negara-negara Pasifik, yakni Melanesian Spearhead Group (MSG) dan Pacific Islands Forum (PIF).

"Tadi juga pembicaraan saya dengan Menteri Luar Negeri Vanuatu, mereka berharap agar kerja sama Republik Vanuatu dengan Indonesia makin meningkat di masa depan, tidak hanya terbatas pada bantuan-bantuan kemanusiaan dan atas nama persaudaraan antara rakyat Vanuatu dan Indonesia," tuturnya.

Bantuan kemanusiaan yang dikirim Indonesia ke Vanuatu senilai Rp7,12 miliar, terdiri dari tenda pengungsi, tenda keluarga, generator, velbed, hygiene kits, sweater anak, jaket anak, jaket dewasa, perkakas tukang, rendang, paket sembako, lampu solar, dan gergaji mesin. Selain itu, Pemerintah Indonesia akan memberikan bantuan perbaikan ruangan VIP Bandara Port Vila, Vanuatu.

"Mudah-mudahan bantuan ini dapat diterima dengan baik oleh pemerintah dan rakyat Vanuatu dan kemudian kita bisa membangun hubungan yang jauh lebih meningkat di semua sektor terutama sektor ekonomi dan hubungan diplomatik antara Indonesia dan Vanuatu," Kata Muhadjir.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya