Berita

Direktur Sabang Merauke Circle Syahganda Nainggolan saat menghadiri halal bihalal gabungan Relawan Anies, Indonesia Gemilang, di Restoran Aljazeera, Jakarta Timur/Ist

Politik

Saran Syahganda, Anies Utamakan Cawapres dari PKS Atau Partai Demokrat

MINGGU, 07 MEI 2023 | 04:11 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Paling tepat, Anies Baswedan memilih figur untuk dijadikan sebagai calon wakil presiden dari partai Keadilan Sejahtera (PKS) atau Partai Demokrat.

Begitu dikatakan Direktur Sabang Merauke Circle Syahganda Nainggolan saat menghadiri halal bihalal gabungan Relawan Anies, Indonesia Gemilang, di Restoran Aljazeera, Jakarta Timur.

"Karena partai ini (Demokrat dan PKS) merupakan partai inti, dan Anies harus memastikan soliditas koalisi ini bertahan lama dan progresif dalam mengusung isu perubahan," kata Syahganda, Sabtu (6/5).


Syahganda mengatakan, tantangan pencapresan Anies terdiri dari dua hal. Pertama, yang bersifat vulgar, yakni membuat Anies tersingkir pada tahap pengusungan kandidat.

"Dan kedua, Anies didekati kelompok atau individual kekuasaan agar mereka menjadi cawapres Anies," sambungnya.

Menurut Syahganda, dua tantangan itu harus disikapi serius. Khusus soal cawapres, katanya lagi, Anies dan koalisi Nasdem, PKS dan Demokrat, jangan gampang tergoda.

"Karena, cawapres Anies harus mengusung tema perubahan. Pihak yang mungkin untuk itu hanyalah dari PKS dan Partai Demokrat. Perluasan basis dukungan dari parpol lainnya harus disikapi hati-hati sekali," pungkasnya.

Acara halal bihalal relawan Anies juga dihadiri antara lain politisi PKS Mardani Ali Sera, politisi Partai Demokrat Umar Arsal, politisi Partai Nasdem Damianus Bilo (Nasdem), serta aktivis lainnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya