Berita

Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman/Net

Politik

Kasus Covid-19 Melonjak Lagi, Karena Mobilisasi Massa Waktu Lebaran?

JUMAT, 05 MEI 2023 | 16:53 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Jumlah kasus Covid-19 di Indonesia yang kembali meningkat, mulai dari akhir April hingga awal Mei 2023 ini, diprediksi sebabnya karena mobilisasi massa yang cukup tinggi ke berbagai daerah.

Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman menjelaskan, mobilisasi massa masih menjadi penyebab utama penyebaran virus Covid-19 terjadi.

Satu momen yang membuat mobilisasi massa massa cukup tinggi, disebutkan Dicky, adalah perayaan Hari Raya Idulfitri 1444 Hijriyah di kampung halaman oleh para transmigran.


"Tidak bisa dipungkiri adanya peran tingginya mobilisasi, tingginya aktifitas masyarakat di masa mudik dan balik ini," ujar Dicky saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (5/5).

Dia menguraikan, saat ini telah ditemukan sub varian Covid-19 baru yang diberi nama Arcturus atau XBB 1.16 yang memiliki pola penularan yang cukup cepat.

"Ini data India, ada 2,5 persen peningkatan transmisi penularan terjadi. Ini jauh lebih tinggi, walupun dipengaruhi beberapa faktor," urainya.

Maka dari itu, data awal dari India itu seharusnya menjadi rujukan bagi pemerintah Indonesia untuk waspada, agar tidak terjadi peningkatan yang lebih pesat dari hari ini.

"Kalau ini terjadi, maka itu akan membikin beban besar di layanan kesehatan. Apalagi sistem layanan kesehatan kita masih belum cukup mengalami peningkatan atau perbaikan dalam merespon situasi," demikian Dicky menambahkan.

Berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Kamis kemarin (4/5), terdapat 2.417 kasus positif baru.

Jika dibandingkan dengan data saat lebaran Idulfitri, pada Sabtu (22/4), jumlah kasus positif baru hanya sebanyak 752 orang.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya