Berita

Ketua Majelis Aktivis Pro Demokrasi (ProDem) Iwan Sumule/Net

Politik

Video Trimedya Viral Lagi, Ketua Prodem: Harus jadi Perhatian Jokowi jika Ingin Dukung Ganjar

SELASA, 25 APRIL 2023 | 00:20 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Potongan video politisi PDI Perjuangan Trimedya Pandjaitan yang mempertanyakan prestasi Ganjar Pranowo dalam memimpin Jawa Tengah sebagai gubernur, kembali viral.

Video tersebut, viral dan menjadi perhatian mengingat Ganjar baru saja diumumkan sebagai calon presiden dari PDIP.

"Pertanyaan saya sederhana, apa prestasi Ganjar? Tolong tunjukkan pada saya, prestasi Ganjar sehingga layak kita dukung jadi presiden," kata Trimedya dalam potongan video yang viral di Twitter.


"Kalau memang bagus Pak Ganjar, kenapa Jateng masuk 17 provinsi miskin?" katanya lagi.

Soal viralnya video itu, Ketua Majelis Aktivis Pro Demokrasi (ProDem) Iwan Sumule meminta Presiden Joko Widodo untuk memberikan perhatian khusus. Apalagi, Jokowi terkesan sangat mendukung pencapresan Ganjar,

"Kesaksian kader PDIP ini bikin kaget, mesti jadi perhatian Presiden Jokowi jika mau dukung Ganjar Pranowo jadi presiden," kata Iwan dalam cuitan di Twitter, Senin (24/3).

Iwan menyebutkan, kalau pun Jokowi harus memberikan dukungan pada capres, seharusnya bisa memilih tokoh yang memiliki modal keterpilihan.

Dia sebutkan, salah satunya adalah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, yang selain punya modal keterpilihan juga pernah berpengalaman menjadi capres.

"Sekian bacapres, Prabowo yang sudah memiliki modal dasar yang besar keterpilihan sebagai capres. Yang lain belum pernah nyapres," tandasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Muktamar NU Turut Gerakan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:22

Puan Anggap Santai Ocehan Budi Arie soal Percepatan Pemilu

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:11

Ada Angka Favorit Prabowo di Balik Muktamar NU

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:09

Bisnis Makin Kompleks, Profesi PPGA Disiapkan untuk Kelola Risiko Kebijakan dan Politik

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

Prabowo Tiba di Lokasi Muktamar ke-35 NU, Disambut Rais 'Aam hingga Gus Yahya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

LKPP 2025 Kembali Raih WTP ke-10 Sejak 2016, Ini Catatan Purbaya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:54

Menkop Ingin Koperasi dan Pariwisata Kerek Ekonomi Daerah

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

IPW Minta Dugaan Penipuan Rp58,5 Miliar Libatkan Perwira Polri Diuji Profesional

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

KPK Panggil Mantan Pj Bupati Muara Enim Hingga Petinggi Swasta di Kasus Suap Edison

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:46

Jangan Sampai UU Perampasan Aset Buka Celah Penyalahgunaan Wewenang

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:43

Selengkapnya