Berita

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komarudin/Net

Politik

Tolak U20 Tapi Terima World Beach Game, Koster dan PDIP Inkonsisten!

SABTU, 15 APRIL 2023 | 10:56 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

. Sikap Gubernur Bali yang juga kader PDIP, I Wayan Koster, yang memberikan dukungan penuh untuk terselenggaranya World Beach Games 2023, 5-12 Agustus, dinilai aneh.

Pasalnya, pada ajang Piala Dunia U-20, kader PDIP itu paling lantang menentang, alasannya menolak keikutsertaan Israel. Padahal di World Beach Games juga ada Israel.

“Kemarin menolak Israel kepentingan ideologi partai (PDIP), tetapi di kasus Word Beach Game menerima? Kan biasa pakai standar ganda, inkonsisten,” kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (15/4).


Menurut Dosen Ilmu Politik Universitas Al-Azhar Indonesia itu, publik menjadi bertanya-tanya motif I Wayan Koster dan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo getol menolak piala dunia U-20.

“Mestinya konsisten saja, agar garis ideologinya jelas. Kalau sepak bola U-20 menolak, lalu World Beach Games ada Israel di situ diterima, jadi tanda tanya bagi publik,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo, memastikan Gubernur Bali I Wayan Koster memberikan dukungan penuh untuk terselenggaranya World Beach Games 2023, 5-12 Agustus mendatang.

Kepastian itu disampaikan Dito, setelah menggelar pertemuan dengan Koster bersama Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari, di Gedung Jayasabha, Denpasar, Jumat (14/4).

"Alhamdulillah sudah ada satu pertemuan dan kesepakatan bahwa Pemprov Bali dan gubernur 1.000 persen mendukung penyelenggaraan perhelatan dunia World Beach Games yang kedua ini," katanya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Merawat Tradisi Intelektual Mahasiswa Lewat Peluncuran Buku Pergerakan

Senin, 06 Juli 2026 | 03:59

Demokrasi Liberal dan Benteng Oligarki

Senin, 06 Juli 2026 | 03:43

ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar Perkuat Sistem Tata Kelola

Senin, 06 Juli 2026 | 03:20

Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industry Vape Isi Ganja Beromzet Miliaran

Senin, 06 Juli 2026 | 02:59

Manifesto AJIP Bali: Ketika Pariwisata Kehilangan Arah

Senin, 06 Juli 2026 | 02:35

Perpres 111/2025 soal LGBT Ancaman Nirmiliter jadi Langkah Preventif Terukur

Senin, 06 Juli 2026 | 02:12

Nyali Semesta: Ali Khamenei dan Puncak Kepemimpinan Transendental

Senin, 06 Juli 2026 | 01:57

UMKM dan Budaya Minangkabau Bergaung di Malaysia

Senin, 06 Juli 2026 | 01:40

Jaksa telah Berubah Menjadi Pengacara Jokowi

Senin, 06 Juli 2026 | 01:20

Aiptu Sumaryanto jadi Korban Ketiga yang Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan

Senin, 06 Juli 2026 | 00:59

Selengkapnya