Berita

Panglima TNI Yudo Margono melepas 850 prajurit untuk misi perdamaian di Kongo/Ist

Nusantara

Panglima TNI Lepas 850 Prajurit untuk Misi Perdamaian di Kongo

SENIN, 27 MARET 2023 | 22:33 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengirim 850 prajurit yang terdiri dari 825 orang AD, 7 orang TNI AL dan 18 orang TNI AU ke misi perdamaian PBB di Republik Demokratik Kongo.

Ratusan personel yang tergabung dalam Satuan Tugas Batalyon Gerak Cepat (Satgas BGC) TNI Konga XXXIX-E dan Kizi TNI Konga XX-T MONUSCO TA 2023- 2024, di bawah pimpinan Kolonel Inf Made Sandy Agusto selaku Dansatgas dilepas oleh Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono di Plaza Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin (27/3).

Dalam amanatnya, Yudo meminta para prajurit menjunjung tinggi kehormatan dan kepercayaan dunia internasional dengan unjuk prestasi, kinerja dan dedikasi yang tinggi serta senantiasa memperhatikan prosedur tetap yang berlaku di wilayah tempat tugas dimanapun para prajurit ditempatkan. 


Sebab, Yudo menyebut menjadi pasukan perdamaian merupakan kehormatan sekaligus kepercayaan yang diberikan negara.

“Penugasan yang akan kalian emban nanti, sesungguhnya merupakan tugas istimewa karena kalian dipercaya untuk menjadi duta TNI, duta bangsa dan negara di forum internasional. Apa yang kalian kerjakan di sana akan menjadi cerminan kualitas TNI di hadapan tentara negara lain, sekaligus menjadi ukuran bagi bangsa dan negara lain dalam memandang dan memposisikan Indonesia di forum internasional," kata Yudo.

Populer

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

UPDATE

Anomali Hukum Acara Pidana dalam Kasus Mantan Jampidsus

Minggu, 19 Juli 2026 | 22:14

Refleksi 30 Tahun Kudatuli, Prof Sukidi Ingatkan Bahaya Penyalahgunaan Alat Negara

Minggu, 19 Juli 2026 | 22:04

Gejolak Iran-AS Perpanjang Krisis Energi Global, Indonesia harus Belajar dari India

Minggu, 19 Juli 2026 | 21:41

Hotman Paris Harus Percaya Diri, Tak Perlu Bawa Presiden di Kasus Febri Ardiansyah

Minggu, 19 Juli 2026 | 21:17

Jerat Kemiskinan

Minggu, 19 Juli 2026 | 20:37

Polda Jateng Diminta Profesional Tuntaskan Sengkarut Proyek SMKN 1 Lumbir

Minggu, 19 Juli 2026 | 19:57

Polisi Gelar Patroli Nobar Final Argentina vs Spanyol

Minggu, 19 Juli 2026 | 19:22

KPK Usul Negara Biayai Alat Kampanye Pemilu

Minggu, 19 Juli 2026 | 18:35

Wamenaker Ingin Sinergi SP Pegadaian dan Manajemen jadi Role Model BUMN Lain

Minggu, 19 Juli 2026 | 18:05

Gerindra Tegaskan Prabowo Tak Pernah Intervensi Penegakan Hukum

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:53

Selengkapnya