Berita

Natalia Rusli/Net

Dahlan Iskan

Natalia Ultah

SABTU, 25 MARET 2023 | 05:13 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

NATALIA RUSLI seperti berulang tahun: Maret tahun lalu dia dinyatakan sebagai tersangka. Lalu seperti ditelan bumi. Jadi DPO. Maret tahun ini dia ditahan polisi. Di Polres Jakarta Barat.

Rabu lalu saya sudah mendengar: Natalia Rusli berhasil ditangkap polisi. Saya tunggu sampai Kamis malam: belum ada juga keterangan resmi benarkah dia sudah ditangkap.

Baru Jumat kemarin muncul berita resmi: Natalia Rusli menyerahkan diri ke Polres Jakarta Barat. Waktu penyerahannya dikatakan Rabu malam. Genap setahun dia berstatus tersangka, tapi baru sekarang menjadi tahanan polisi.


Anaknyi lima orang.

Sudah besar-besar.

Dia sendiri berusia sekitar 46 tahun. Matang. Cantik. Kalau dilihat di fotonyi. Dia orang "mabes" –singkatan dari Mangga Besar, Jakarta.

Salah satu yang melaporkan Natalia adalah Vera Sanjaya. "Saya kenal Natalia tahun 2020. Di tengah PPKM Covid-19. Yang mengenalkan ke dia Alvin Lim," ujar Vera yang saya telepon tadi malam.

Natalia, kata Alvin waktu itu, bisa membantu menguruskan tagihan Vera di koperasi Indosurya dan investasi serupa di Mahkota.

Vera awalnya tidak tertarik. Dia sudah punya pengacara sendiri: Otto Hasibuan. Tapi, kata Vera, Natalia terus merayu. Sampai minggu kedua pun Vera belum tertarik. Baru di minggu ketiga, Vera mau menggunakan jasa Natalia.

Akhirnya Vera diminta membayar Rp 45 juta. Agar uangnya dikembalikan dalam satu atau dua minggu ke depan.

Vera memang lagi ingin mengurus pengembalian investasinyi yang macet di Indosurya (Rp 3 miliar) dan di Mahkota (Rp 18 miliar).

Salah satu yang membuat Vera tertarik pada Natalia adalah karena Natalia memperkenalkan diri sebagai pengacara.

Vera memang diberi kartu nama. Di situ tertulis profesi Natalia adalah pengacara. Gelarnya: SH dan MH. "Saya masih menyimpan kartu nama itu," ujar Vera.

Intinya: Vera membayar membayar Rp 45 juta. Dia ingin  tagihannyi di Indosurya benar-benar keluar seperti yang dijanjikan Natalia.

Tidak hanya Vera yang membayar ke Natalia. Juga korban Indosurya dan Mahkota lainnya. Natalia seperti benar-benar akan memperjuangkan nasib para nasabah tersebut.

Ending-nya, Anda sudah tahu: sampai hari ini pun tidak terbayar. Vera menagih terus ke Natalia. Yang ditagih punya alasan terus. Terakhir justru Vera yang dimarah-marahi. Dianggap terlalu cerewet. Bahkan Vera lantas dituduh sebagai penyebab mengapa pemilik Indosurya, Henry Surya, tidak mau membayar.

Pengacara Alvin Lim pun mulai bertengkar dengan Natalia. Natalia dianggap berkhianat kepada para nasabah. Bahkan Alvin membongkar status pendidikan Natalia. Menurut Alvin sebenarnya Natalia belum berhak menyandang profesi pengacara. Menurut Alvin, Natalia belum resmi menjadi sarjana. Belum pernah juga disumpah sebagai pengacara.

Yang membuat Alvin sangat marah adalah: Natalia berbalik, dari pengacaranya para nasabah menjadi berada di pihak Indosurya dan Mahkota.

Vera akhirnya lapor polisi. Vera sudah berkali-kali diperiksa polisi. "Pernah sampai lima jam," kata Vera. Dia ini sebenarnya sarjana sastra Inggris dari Universitas Kristen Petra. Pekerjaannyi di bidang akuntansi di perusahaan keluarga. Kini Vera sudah seperti seorang sarjana hukum.

Laporan Vera ditanggapi serius oleh polisi. Tahun lalu Natalia benar-benar dinyatakan sebagai tersangka. Lalu menghilang. Polisi menyatakan Natalia sebagai DPO. Alvin Lim terus menggugat di medsos. Agar Natalia ditangkap. Ketika Alvin Lim sendiri ditahan sejak tahun lalu, kantor pengacara Alvin Lim, LQ Law Firm, terus memviralkan soal Natalia yang sedang DPO.

Bahkan LQ seperti mengerahkan mata-mata untuk terus mencari di mana sebenarnya Natalia. Lagi sembunyi di mana. Dengan siapa Natalia. Mendapat apa saja dari siapa saja.

Semua informasi itu diunggah oleh LQ ke medsos. Termasuk foto-foto Natalia lagi dengan seseorang.

Bambang Hartono, salah satu pimpinan LQ sekarang, termasuk yang rajin menghidup-hidupkan perkara Natalia ini.

Bahkan, kata Bambang, Natalia sebenarnya bisa dijerat dengan perkara pencucian uang. Terutama dalam kaitan dengan investasi bodong di koperasi Pracico. "Nilainya Rp 5 triliun," ujar Bambang. "Itu di luar tuduhan penipuan dan penggelapan," katanya.

Alvin Lim sendiri, kata Bambang, sekarang lagi kritis. Alvin, katanya, harus sering cuci darah. Ia ingin agar Alvin bisa dapat layanan rawat inap. "Wajahnya sudah hijau karena racun sudah campur di darah. Harus cuci darah," ujar Bambang.

Setidaknya satu DPO lagi kini sudah tertangkap polisi.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Iran Ancam Gunakan Segala Cara untuk Hadapi Agresi AS

Minggu, 02 Agustus 2026 | 16:01

Serangan Israel Luluhlantakkan Gudang Obat Rumah Sakit Gaza

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:25

GP Al-Washliyah Dukung Kapolri Jadikan Semangat Hoegeng Budaya Kerja Polri

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:12

Kemensos Terbitkan Kartu Penyandang Disabilitas Virtual

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:04

PM Thailand Dijadwalkan Kunjungi Indonesia pada 3-4 Agustus

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:45

Bea Cukai Bongkar Dua Kontainer Berisi 7,8 Juta Batang Rokok Ilegal di Sulsel

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:43

BRI Peduli Bantu Peternak Sapi Perah Malang Naik Kelas Lewat Klaster Unggulan

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:33

AS Terapkan Deposit Visa untuk 50 Negara hingga Rp360 Juta

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:22

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Berawal dari Keresahan, Rabundo Tembus Pasar Nasional Berkat Pendampingan BRI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:03

Selengkapnya