Berita

Pelatihan pembuatan kriya yang diselenggarakan oleh Papua Muda Inspiratif (PMI)/Ist

Nusantara

Gali Potensi Industri Kriya, PMI Bekali Pelatihan untuk Anak Muda Papua

KAMIS, 09 MARET 2023 | 18:17 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Potensi industri kriya di Papua sangat besar. Hanya saja, tidak banyak anak muda yang mau mengasah kemampuan dan kreatifitas dalam mengembangkan industri kriya.

Begitu disampaikan Iman Setiobudy, desainer produk yang juga pemateri dalam pelatihan pembuatan kriya yang diselenggarakan oleh Papua Muda Inspiratif (PMI).

Pelatihan itu, digelar PMI yang merupakan organisasi binaan Badan Intelejen Negara (BIN), di gedung Papua Youth Creative Hub (PYCH) di Kota Jayapura, Papua.


"Potensi kriya di Papua itu banyak. Salah satunya kombo hingga koteka. Kami coba agar mereka (anak-anak muda Papua) meneruskan warisan budaya ini," kata Iman dalam keterangan tertulis, Kamis (9/3).

Dalam pelatihan ini, kata Iman, anak-anak muda Papua diajarkan membuat beberapa produk. Mulai dari kerajang makan dari kulit kayu, hingga tempat lampu yang terinspirasi dari koteka.

Lebih lanjut, dia menuturkan bahwa pembuatan kriya di pelatihan ini, dirancang dengan kreatif agar memiliki nilai jual. Dia menargetkan agar kriya yang dibuatnya juga bisa menarik peminat dari luar Papua.

"Misal koteka, karena sering kali untuk dibawa, kurang berkenan para peminatnya. Jadi kita coba menjadi bagian dari produk komponen interior, (koteka) ini akan dijadikan lampu meja atau lampu Gantung," tuturnya

Dalam pelatihan tersebut, Iman membebaskan para peserta untuk menuangkan ide sekreatif mungkin dalam kriya yang dibuat.

"Mereka sangat antusias. Bahkan di rumah pun mereka masih mengerjakan PR. Jadi dalam pelatihan ini kita kasih PR, mereka kerjakan, dan di bawa ke sini," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya