Berita

Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto/Ist

Politik

Soal Warga Kawasan Depo Plumpang, Mulyanto Minta Luhut Tak Asal Bicara

RABU, 08 MARET 2023 | 12:48 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Koordinasi pemerintah terkait penanganan korban ledakan Depo BBM Pertamina Plumpang, Jakarta Utara, dinilai acak-acakan.

Penilaian itu disampaikan anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto, menyusul pernyataan Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, yang akan memindahkan pemukiman masyarakat sekitar depo.

Sementara itu, beberapa hari sebelumnya, Wakil Presiden, Ma'ruf Amin, didampingi Menteri BUMN, Erick Thohir, malah akan memindahkan Depo BBM Pertamina ke lahan milik Pelindo.


Perbedaan sikap itu, kata Mulyanto, akan menimbulkan kebingungan masyarakat yang jadi korban.

"Pemerintah jangan simpang-siur dan berbeda-beda dalam bersikap dan mengambil kebijakan,” tegas Mulyanto, lewat keterangan tertulisnya kepada wartawan, Rabu (8/3).

Legislator Fraksi PKS DPR RI itu juga menuturkan, pemerintah seharusnya menentukan sikap resmi pemerintah terlebih dulu, bagaimana penanganan para korban, baru setelah itu menyampaikan kepada masyarakat.

“Jangan seperti sekarang ini, pernyataan Wapres dan Menko Marves malah bertolak belakang,” katanya.

Mulyanto juga mendesak Menko Marves stop bicara masalah yang bukan menjadi ranah wewenang kementeriannya.

“Apalagi statemennya menentang arahan yang diberikan Wapres Maruf Amin,” tegasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya