Berita

Ekonom senior, Dr Rizal Ramli /Repro

Politik

RR: Rakyat Biasa Mensubsidi Korupsi dan Hedonisme Pejabat Pajak

JUMAT, 03 MARET 2023 | 10:58 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Persoalan pajak sensitif bagi rakyat, apalagi saat ada pejabat pajak dan Bea Cukai hedonis. Adanya kecurigaan sumber kekayaan pejabat itu harusnya jadi momentum Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membenahi diri.

Demikian disampaikan ekonom senior, Rizal Ramli (RR), pada video yang diunggah di kanal YouTube, berjudul "Rizal Ramli: Kejadian Ini Jadi Momentum Membersihkan Pejabat Pajak-Bea Cukai Nakal & Hedonistik", yang diunggah pada Jumat (3/3).

Di video itu Rizal Ramli mengaku heran saat Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta masyarakat mengawasi Kemenkeu.


"Itu sebetulnya lucu, menteri keuangannya minta tolong kita bantu awasin. Di dalamnya sendiri kan ada sistem buat ngawasin. Rakyat sudah bayar pajak, mau makan di restoran kena pajak, beli sesuatu di supermarket kena pajak, terus disuruh pula ngawasin departemen keuangan, yang benar aja," sergah Rizal Ramli, seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Jumat siang (3/3).

Meski begitu dia mengaku senang dengan ramainya sorotan publik di media sosial, dengan begitu diharapkan terjadi perubahan, mengingat persoalan pajak merupakan sesuatu hal yang sensitif bagi rakyat.

Rizal pun mengurai beberapa kejadian revolusi yang diawali dengan persoalan pajak, seperti persoalan di Perancis, hingga kemerdekaan Amerika.

Dia juga menilai, pemerintah yang corrupt biasanya menggunakan subsidi terbalik. Pendapatan pajak seharusnya untuk mensubsidi rakyat, tetapi yang terjadi justru rakyat biasa mensubsidi korupsi dan hedonisme pejabat pajak.

"Jadi subsidi terbalik ini. Dan ini masalah yang sangat besar sekali, saya gembira reaksi rakyat luar biasa besar. Mudah-mudahan momentum ini dipakai untuk berbenah," pungkas Rizal.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Kejagung Periksa PNS Pemprov Banten terkait Korupsi MBG

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:17

Ahli dari Polri Untungkan Febri Adriansyah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:03

Kinerja BUMD DKI Dituntut Lebih Terukur

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:53

Bayar Rp650 Juta tapi Gagal Lolos Kedokteran Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:41

KPK Bongkar Mahar Rp1,12 Miliar di Jalur Mandiri Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:29

Kiai Marsudi Dinilai Mampu Membangun Kemajuan NU Tanpa Kehilangan Jati Diri

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:17

Rektor Unsoed Diduga Terima Gratifikasi Rp680 Juta Lewat Mulyono

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:46

Ahli Praperadilan Febrie Sebut TPPU Perlu Tindak Pidana Asal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:29

Sjafrie Terima Menhan China: Perkuat Kerja Sama Militer

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:16

Mantan Dirdik Jampidsus Jasman Panjaitan Beberkan Kesaksian terkait Febrie

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:05

Selengkapnya