Berita

Kapolda Riau Irjen Mohammad Iqbal saat memaparkan rilis akhir tahun capaian kinerja sepanjang tahun 2022/Ist

Presisi

Irjen M Iqbal Bersyukur, Kamtibmas Terjaga, Nilai Investasi di Riau Meningkat

SABTU, 31 DESEMBER 2022 | 14:28 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Kapolda Riau Irjen Mohammad Iqbal menyampaikan capaian kinerja jajaran Polda Riau sepanjang tahun 2022. Hasilnya, stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Bumi Lancang Kuning terjaga.

Iqbal menyampaikan, gangguan kamtibmas selama tahun 2022 ini, mengalami penurunan cukup besar.

"Bila dibanding dengan tahun 2021, jumlah gangguan kamtibmas menurun sebanyak 2.340 kasus, atau setara 39 persen," kata Iqbal kepada wartawan, Sabtu (31/12).


Karena keamanan adalah kunci pembangunan, kata Iqbal membawa hasil yang positif bagi Provinsi Riau dimana ekonomi Riau naik 4,74 persen di tahun 2022 ini. Tak hanya itu, investasi juga melebihi target realisasi, yaitu sebesar 20 persen atau 71,89 triliun. Sektor penanaman modal asing pun ikut merangkak naik 35,97 triliun.

Iqbal mengatakan, capaian tersebut merupakan arahan Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang meminta kepada seluruh jajarannya di daerah ikut membantu mengawal pemulihan ekonomi nasional, dengan menjaga stabilitas kamtibmas.

Kegiatan serta program pemerintahan di Riau, berlangsung aman, tertib dan terkendali. Maka dari itu, Polda Riau dan jajaran berkomitmen untuk terus menjaga dan memelihara kamtibmas di Riau.

Mantan Kadiv Humas Polri ini menguraikan, pada tahun 2022, gangguan kamtibmas di Riau berjumlah 5.998 kasus. Dari jumlah itu, angka clearance rate atau tingkat penyelesaian, yakni 4.265 kasus atau 71 persen.

Beberapa gangguan kamtibmas yang terjadi, dibagi menjadi beberapa kategori atau golongan. Di antaranya kejahatan konvensional 3.352 kasus, kejahatan trans nasional 1.856 kasus, kejahatan terhadap kekayaan negara 114 kasus, kejahatan pelanggaran HAM 296 kasus, serta kejahatan golongan lainnya 380 kasus.

Jika lebih spesifik, gangguan kamtibmas yang terjadi, terdiri dari 1.869 kasus narkotika, 1.336 kasus curat, 199 kasus curas, 533 kasus curanmor, 317 kasus judi, 71 kasus penganiayaan berat, 40 kasus pengrusakan, dan 29 kasus pembunuhan.

Sementara itu, daerah rawan gangguan kamtibmas tahun 2022 di Riau, Kota Pekanbaru menjadi yang tertinggi, dengan 1.424 kasus. Disusul Rohul 1.011 kasus, Kampar 950 kasus, Bengkalis 947 kasus, dan Rohil 796 kasus.

"Untuk kasus-kasus yang belum selesai, akan secepatnya kita tuntaskan. Saya akan melakukan pengawasan melekat, saya minta pejabat utama terkait juga melakukan pengawasan," tegasnya.

Berikutnya di bidang keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), jumlah pelanggaran di Riau pada tahun 2022 yaitu 77.792.

Untuk kecelakaan lalu lintas, terjadi sebanyak 940 kasus. 651 meninggal dunia, 357 orang luka berat, dan 1.742 orang luka ringan. Akibat kecelakaan, nilai kerugian mencapai 121 miliar lebih.

Diuraikan Kapolda Riau, daerah rawan kecelakaan lalu lintas pada tahun 2022 ini, yaitu Pelalawan, sebanyak 163 kejadian. Lalu Kampar 147 kejadian, Siak 141 kejadian, Pekanbaru 92 kejadian dan Inhu 52 kejadian.

"Jika dibanding tahun 2021, kecelakaan lalu lintas juga mengalami penurunan di tahun ini, sebesar 397 kasus atau 30 persen," papar Irjen Iqbal.

Mantan Kapolda NTB ini menambahkan, dalam hal pengungkapan kasus narkotika, pada tahun ini Polda Riau dan jajaran sukses menggagalkan peredaran 745,16 kg sabu, 478.623 butir pil ekstasi, 134,53 kg ganja, dan 3.282 butir pil happy five.

"Polda Riau dan jajaran berhasil mengungkap 1.869 kasus narkoba dengan jumlah tersangka 2.768 orang," terangnya.

Pengungkapan kasus narkoba terangnya, jumlahnya naik jika dibanding tahun lalu sebanyak 266 kasus atau 14,2 persen. Jumlah tersangka yang ditangkap juga naik sebanyak 420 orang atau 15,2 persen.

Selain penanganan kasus pidana dan kecelakaan lalu lintas, Polda Riau juga menaruh atensi khusus dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Pada tahun 2022 ini, Polda Riau dan jajaran berhasil menanggulangi Karhutla. Ini berkat aplikasi Dashboard Lancang Kuning, dan beberapa upaya nyata kepolisian di lapangan.

Di antaranya pembuatan sekat kanal sebanyak 601 unit, pembuatan embung 475 unit, patroli Karhutla sebanyak 109.769 kali, sosialisasi dan penyebaran maklumat 200.035 lembar, pemadaman 382 kali, focus group discussion (FGD) 441 kali, pemasangan spanduk 10.864 buah, serta didukung pelatihan pompa ranmor portable GPS 650 kali.

Upaya ini pun terbukti mampu menurunkan jumlah titik api sebanyak 2.735 titik arau 75 persen, jika dibanding tahun 2021 lalu.

Selanjutnya, soal pandemi covid-19, Polda Riau turut menerapkan langkah strategis dalam penanganannya. Seperti membuat dan memanfaatkan aplikasi Bersama Selamatkan Riau, yang digunakan untuk memantau pelaksanaan penanganan covid-19 di Riau.

Langkah berikutnya, adalah dengan menggelorakan Gerakan Jaga Kampung Polda Riau untuk mendukung ketahanan pangan, menggelar operasi yustisi penegakan hukum protokol kesehatan bersama TNI, Satpol PP, Dinkes, Jaksa serta Pengadilan.

Polda Riau juga menggalakkan Gerakan Bersih Sehat, dengan kegiatan penyemprotan disinfektan dan kerja baik.

Korps Bhayangkara Lancang Kuning, turut berkontribusi dalam percepatan capaian vaksinasi covid-19. Terbukti, Riau menjadi jajaran daerah dengan capaian vaksinasi tertinggi, baik dosis 1, dosis 2, dan dosis 3 atau booster.

Polda Riau aktif pula dalam hal evakuasi terhadap penderita covid-19 ke rumah sakit agar tidak menyebar. Polda Riau mempersiapkan tempat isolasi terpadu jika terjadi lonjakan kasus covid-19.

Masyarakat yang membutuhkan bantuan, apalagi yang terdampak secara ekonomi akibat pandemi covid-19, tak luput dari perhatian Polda Riau. Dimana mereka diberikan bantuan sosial (bansos) dalam bentuk sembako dan lainnya.

Selama tahun 2022 ini, Polda Riau dan jajaran melaksanakan berbagai kegiatan atau operasi kepolisian guna menciptakan Kamtibmas serta mencegah dan meminimalisir gangguan.

Irjen Iqbal berujar, Polda Riau dan jajaran akan terus memberikan pelayanan, pengamanan, pengayoman dan perlindungan terhadap masyarakat.

"Meski belum sempurna, kami akan terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat Riau," pungkasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya