Berita

Elon Musk di Baron Investment Conference di Metropolitan Opera House di New York/Net

Dunia

Buntut Pemblokiran Akun Jurnalis, Elon Musk Diserbu Kecaman dari Penjuru Dunia

SABTU, 17 DESEMBER 2022 | 07:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Keputusan Elon Musk untuk memblokir akun Twitter lima jurnalis telah memancing reaksi dari anggota parlemen dan tokoh-tokoh di seluruh spektrum politik hanya dalam semalam.

Pada Jumat (16/12) organisasi dari PBB hingga UE mempertimbangkan tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya itu. Beberapa pejabat yang mengutuk penangguhan membahayakan kebebasan pers.

Elon Musk pada Kamis memblokir akun Twitter wartawan dari The Washington Post, The New York Times , Mashable dan CNN.  pemblokiran dilakukan karena para jurnalis itu memberikan informasi probadi atau Doxxing, hal yang dilarang di Twitter.


Musk mengatakan dalam cuitannya bahwa akun-akun itu, termasuk milik komentator olahraga dan politik terkenal Keith Olbermann, diblokir karena telah memposting lokasi real-time- nya.

Seseorang, menurut Musk, telah menguntit putranya yang masih kecil dan menampilkan lokasinya. Juga ada yang  melacak pesawat pribadi Musk menggunakan informasi yang tersedia untuk umum. Musk menggambarkan informasi tersebut sebagai "berbahaya" dan mengancam keselamatan keluarganya.

"Jika Anda (melakukan) doxxing , Anda diskors. Selesai!" kata Musk berulang kali.

Dox adalah istilah untuk menerbitkan informasi pribadi tentang seseorang, biasanya dengan niat jahat.

Ben Shapiro, seorang cendekiawan konservatif dengan 5,2 juta pengikut di Twitter, menentang pemblokiran tersebut, bahkan ketika dia bersimpati dengan ketakutan keamanan Musk dan mengkritik beberapa reporter yang terkena pemblokiran.

Juru bicara Sekretaris Jenderal Antonio Guterres mengatakan langkah Musk menjadi "preseden yang berbahaya". Uni Eropa juga mengutuk penangguhan tersebut.

Kelompok jurnalisme AS pun melontarkan pendapatnya, meminta Musk untuk mengaktifkan kembali akun jurnalis.

Clare Regan, presiden Society of Professional Journalists, mengatakan: "Tindakan Twitter memengaruhi semua jurnalis dan bertentangan dengan janji Musk untuk menegakkan kebebasan berbicara di platform."

Komite untuk Melindungi Wartawan atau CPJ mengatakan Musk harus segera mengaktifkan kembali akun tersebut.

"Jika pemilik Twitter Elon Musk benar-benar ingin mengembangkan platform yang memungkinkan kebebasan berbicara untuk semua, tidak masuk akal untuk menghapus jurnalis dari platform tersebut," kata presiden organisasi itu, Jodie Ginsberg, dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari ABC News.

Namun, Musk tak bereaksi. Periode larangan standar untuk doxxing — menerbitkan informasi pribadi, termasuk lokasi seseorang, secara online — pada layanan tersebut adalah tujuh hari, kata Musk.

Musk tampaknya sedang mengalami masa sulit sejak pengambilalihan Twitter pada bulan Oktober.

Kekayaan pribadinya anjlok karena penanganannya yang tidak menentu terhadap perusahaan media sosial dan renungan politik sayap kanan telah merusak merek Tesla , yang mewakili sebagian besar kekayaannya.

Perusahaan mobil listrik yang dia dirikan bersama pernah menjadi simbol status yang disukai oleh kaum progresif berhaluan kiri yang ingin memoles kredensial lingkungan mereka, tetapi banyak yang telah dimatikan oleh tindakan Musk tahun ini.

Berkat ambruknya saham Tesla, Musk telah kehilangan mahkotanya sebagai orang terkaya di dunia . Saham pembuat EV merosot 4,72 persen lagi pada hari Jumat, mengakhiri minggu yang sudah brutal.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Prabowo Bertemu Wakil Menteri Perang AS Elbrigde Colby, Bahas Apa?

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:22

Aksi Kocak dan Absurd dalam Film Kung Fu Soccer

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:18

KPK Panggil Pejabat Hingga Pegawai Pemkab Langkat

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:05

Polri Klarifikasi Rutan Bareskrim Disebut jadi Sarang Narkoba

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:01

Legislator Nasdem Minta Negara Kasih Insentif ke Ibu Rumah Tangga

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:56

KPK Panggil Direktur Bank DBS Indonesia di Kasus TPPU Andhi Pramono

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:46

Lawyer Sebut Kasus Pelabuhan Tanjung Perak Sarat Kriminalisasi

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:29

UOB Geser Strategi, Fokus Garap Emerging Affluent dan Kebutuhan Nasabah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:26

Golkar Dukung Wakil Kepala Daerah Tak Dipilih Lewat Pilkada

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:22

24 Persen Penduduk Sumbang 56 Persen Konsumsi, Ekonom Soroti Kelas Menengah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:03

Selengkapnya