Berita

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga/RMOL

Politik

Jamiluddin Ritonga: Semua Koalisi Pilpres Rawan Bubar

RABU, 14 DESEMBER 2022 | 00:23 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengklaim koalisinya bersama Partai Gerindra masih solid, sementara koalisi lainnya rawan bubar.

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga berpendapat, klaim Cak Imin tampaknya hanya menutupi koalisi PKB-Gerindra yang juga rawan bubar. Sebab, sampai sekarang koalisi dua partai itu belum ada kemajuan yang berarti.

Dikatakan Jamiluddin, salah satu indikator koalisi belum ada kemajuan adalah dalam menetapkan capres dan cawapres yang akan diusung.


"Gerindra masih ngotot Ketua Umumnya Prabowo Subianto menjadi capres. PKB juga sama ngototnya agar Cak Imin yang jadi capres," demikian kata Jamiluddin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (13/12).

Mantan Dekan Fikom IISIP Jakrat ini menganalisa Prabowo yang lebih layak jadi capres daripada Cak Imin. Sebab, elektabilitas Prabowo sangat tinggi sementara Cak Imin elektabilitas sangat rendah.

Ia mengatakan, dilihat dari elektabilitas, Cak Imin untuk menjadi cawapres saja tidak layak. Elektabilitasnya sangat tidak membantu mengerek elektabilitas Prabowo.

Sementara itu, muncul spekulasi mengusulankan Ganjar Pranowo atau Erick Thohir untuk menjadi cawapresnya Prabrowo. Dua orang ini dapat mengerek elektabilitas Prabowo. Apalagi, Pilpres 2024 merupakan peluang terakhir Prabowo Subianto untuk menjadi presiden.

"Jadi, koalisi PKB dan Gerindra berpeluang bubar saat menentukan capres dan cawapres," pungkasnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya