Berita

Geng bersenjata di Haiti/Net

Dunia

PBB: 60 Persen Wilayah Ibukota Haiti Sudah Dikuasai Geng Kriminal

JUMAT, 09 DESEMBER 2022 | 14:36 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Krisis kemanusiaan di Haiti semakin meningkat sejak para geng pemberontak bentrok dan melakukan perlawanan. Bahkan saat ini hampir 60 persen wilayah ibukota Port-au-Prince telah dikuasai oleh kelompok bersenjata.

Ketidakstabilan politik dan ekonomi menjadi pemicu pertempuran geng dan membawa banyak bencana bagi negara di Karibia itu. Presiden Haiti Jovenal Moïse dibunuh pada tahun lalu setelah menghadapi protes rakyat untuk pengunduran dirinya.

Aksi kejahatan semakin meningkat setelah Perdana Menteri Ariel Henry mengatakan subsidi bahan bakar akan dihapuskan.


Setelah pengumuman itu, geng yang dipimpin oleh Jimmy "Barbecue" Cherizier, mantan petugas polisi, langsung memblokir terminal bahan bakar Varreux dan memicu krisis bahan bakar.

Kepala Kemanusiaan PBB di Haiti, Ulrika Richardson pada Jumat (9/10) mengatakan hingga kini hampir 60 persen ibu kota Port-au-Prince telah dikuasai oleh kelompok bersenjata yang kerap melakukan kejahatan terhadap warga sipil.

Menurut Richardson, mereka menggunakan kekerasan seksual yang sangat mengerikan sebagai senjata untuk mengendalikan warga dan membuat mereka hidup dalam ketakutan.

Warga yang tidak tahan dengan kekejaman geng memilih untuk melarikan diri dari rumah mereka.

"Ketidakamanan telah menyebabkan pemindahan besar-besaran, terutama di ibukota, di mana 155 ribu orang telah meninggalkan rumah mereka," ujarnya seperti dimuat The Washington Post.

Tak sampai di situ, Richardson mengatakan saat ini rakyat yang masih bertahan harus hidup dalam kelaparan dan tertular wabah penyakit kolera.

"Hampir 20 ribu orang di ibukota menghadapi kondisi seperti bencana kelaparan saat wabah kolera menyebar ke seluruh Haiti," jelasnya.

PM Henry dan Dewan Menteri Haiti mengirimkan seruan untuk mendesak agar Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengirim pasukan militer internasional untuk mengatasi kekerasan Haiti dan meringankan krisis kemanusiaannya.

Di  bidang pertahanan, PBB dinyatakan telah banyak membantu pasukan polisi nasional Haiti dengan peralatan dan pelatihan.

Pada pertengahan November, PBB meluncurkan penggalangan dana darurat sebesar 145 juta dolar AS atau setara Rp 2,2 triliun untuk menanggapi wabah kolera Haiti dan kelaparan yang meningkat.

Tetapi sejauh ini pihak Haiti mengklaim hanya baru menerima 23,5 juta dolar AS atau hanya Rp 363 miliar saja.

Sisanya diklaim akan diajukan kembali di tahun mendatang dengan jumlah dua kali lipat dari tahun ini, mengikuti situasi kemanusiaan Haiti yang semakin memburuk.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Komisi XIII DPR Segera Panggil Pejabat Terkait soal Fasilitas Mewah Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Ajukan Kasasi, Nadiem Tak Akan Menerima Hasil Apapun di Luar Bebas

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Respons Demo Buruh, Dasco: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Rampung Oktober 2026

Kamis, 24 September 2026 | 14:15

PAN: Ambang Batas Parlemen Perlu Hati-hati, Jangan Lebih dari 4 Persen

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Usai Antar Giuseppe Garibaldi, Perwakilan Angkatan Laut Italia Temui Prabowo

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Dasco Pastikan DPR Dalami Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 13:58

MGLV Kantongi Fasilitas BNI, Ekspansi Data Center Jababeka dan Batang Digenjot

Kamis, 24 September 2026 | 13:51

Demo Buruh di Depan UOB Plaza: Jalur Utama Jakarta Pusat Dialihkan!

Kamis, 24 September 2026 | 13:40

Hakim Banding Pangkas Vonis Nadiem

Kamis, 24 September 2026 | 13:39

UU Pengaturan Reforma Agraria jadi Kado Manis Petani untuk Berdaulat

Kamis, 24 September 2026 | 13:32

Selengkapnya