Berita

Selat Hormuz (Foto: Reuters)

Dunia

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

MINGGU, 19 APRIL 2026 | 15:33 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah India melayangkan protes keras kepada Iran setelah dua kapal berbendera India dilaporkan ditembaki saat melintasi Selat Hormuz pada Sabtu, 18 April 2026.

Menurut laporan Reuters, Kementerian Luar Negeri India di New Delhi langsung memanggil duta besar Iran untuk menyampaikan protes resmi. 

Dalam pernyataannya disebutkan bahwa Sekretaris Luar Negeri Vikram Misri telah menyampaikan keprihatinan mendalam India atas insiden penembakan yang terjadi hari ini yang melibatkan dua kapal berbendera India di Selat Hormuz.


India juga mendesak Teheran agar segera memulihkan kelancaran pelayaran bagi kapal-kapal tujuan India. 

"Pemerintah India meminta Iran untuk segera melanjutkan proses memfasilitasi kapal-kapal tujuan India melintasi Selat," bunyi pernyataan tersebut, sembari menegaskan pentingnya menjaga keamanan jalur perdagangan energi global.

Insiden ini terjadi setelah Iran menarik kembali komitmennya untuk membuka Selat Hormuz bagi lalu lintas komersial selama masa gencatan senjata di Timur Tengah. 

Langkah tersebut disebut sebagai respons atas blokade tandingan yang diberlakukan oleh Amerika Serikat terhadap jalur perairan strategis tersebut.

Pemantau keamanan maritim melaporkan bahwa sejumlah kapal komersial menghadapi ancaman dan tembakan dari pasukan Iran saat mencoba melintasi selat pada hari yang sama. 

Bahkan, situs pemantauan TankerTrackers.com menyebut dua kapal India dipaksa mundur ke arah barat keluar dari Selat Hormuz oleh Angkatan Laut Sepah (Korps Garda Revolusi Islam) Iran.

Salah satu kapal yang terdampak merupakan supertanker jenis VLCC yang mengangkut sekitar dua juta barel minyak mentah asal Irak. 

Sebagai importir LPG terbesar kedua di dunia, India sangat bergantung pada stabilitas jalur ini.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya