Berita

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah (Polda) Aceh, Kombes Pol Winardy/Ist

Presisi

Pemerintah Aceh bersama TNI-Polri Akan Ikut Rayakan Milad GAM

MINGGU, 04 DESEMBER 2022 | 02:37 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Milad Gerakan Aceh Merdeka yang jatuh pada hari ini, Minggu (4/12) diharapkan diisi dengan sejumlah kegiatan positif. Sehingga kedamaian yang telah terjadi selama di di Aceh tetap terjaga dengan baik.

Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Aceh bersama TNI-Polri akan ikut merayakan milad GAM yang rencananya digelar di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh.

“Kegiatan tersebut bisa berupa acara syukuran dengan doa bersama atau dirangkai dengan maulid Nabi, santunan anak yatim, pembagian Bansos, serta acara-acara positif yang membantu masyarakat lainnya yang membutuhkan,” tutur Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah (Polda) Aceh, Kombes Winardy, dalam keterangan tertulis yang diterima Kantor Berita RMOLAceh, Sabtu (3/12).


Winardy juga mengajak seluruh masyarakat meramaikan milad GAM. Bagi bekas kombatan GAM, dia mengajak mewarnai milad GAM dengan hal-hal positif.

Winardy mengatakan, terkait pelaksanaan kegiatan-kegiatan dimaksud pihaknya tetap akan menjaga keamanan dan kenyamanan serta memaksimalkan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) untuk menjaga kondusifitas dan kamtibmas.

Dalam KRYD, kata dia, Polda Aceh menurunkan 1.380 personel pengamanan yang tersebar di beberapa objek vital di seluruh kabupaten kota. Pengamanan juga ikut didukung TNI dan Satpol PP.

"Silakan warnai 4 Desember dengan kegiatan positif serta acara keagamaan. Polisi siap mengamankan dan memberi rasa aman kepada masyarakat," ujar Winardy.

Tak hanya itu, Winardy juga mengajak awak media memperbanyak pemberitaan positif tentang Aceh. Hal tersebut bertujuan agar provinsi berlabel Serambi Mekkah itu mendapat citra bagus di mata orang luar.

Menurut Winardy, pemberitaan positif sangat perlu untuk ditingkatkan dan hal-hal yang kontraproduktif tidak usah dipublikasi secara berlebihan. Supaya suasana damai yang sudah dirasakan tetap terjaga.

Winardy menjelaskan, isu-isu yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan yang kontraproduktif akan sangat mempengaruhi asumsi orang luar. Sehingga mereka bisa salah memahami kondisi Aceh yang sudah sangat damai.

Dengan begitu, imbuh Winardy, investasi berdatangan ke Aceh dan ekonomi tumbuh dengan terbukanya banyak lapangan pekerjaan serta memaksimalkan pendapatan asli daerah.

“Imbauan ini bukan bermakna mengintervensi, tapi ini sebagai bentuk kepedulian kita terhadap Aceh, agar citra daerah yang pernah dilanda konflik ini semakin pulih di mata publik luar," demikian Winardy. 

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya