Berita

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo hadir dalam acara relawan bertajuk Nusantara Bersatu di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta/RMOL

Politik

PDIP Tidak Berani Marahi Jokowi Soal Pemimpin "Rambut Putih", Padahal Petugas Partai

SELASA, 29 NOVEMBER 2022 | 13:15 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kritik tajam PDI Perjuangan atas acara Nusantara Bersatu di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) seharusnya disampaikan kepada Presiden Joko Widodo sebagai petugas partai.

Namun alih-alih menegur Jokowi, PDIP justru lebih memilih menyerang dan mengkritik relawan penggagas kegiatan Nusantara Bersatu dengan dalih menurunkan citra Jokowi.

Pengamat politik Igor Dirgantara mengatakan, Jokowi adalah petugas partai. Jika ada kegiatan yang dihadiri Jokowi namun tidak disetujui partai, maka Jokowilah yang harus ditegur.


Apalagi dalam kegiatan Nusantara Bersatu, Presiden Jokowi menyinggung soal kriteria pemimpin masa depan. Sedangkan PDIP hingga kini belum mengumumkan sosok yang akan didukung pada Pilpres 2024.

"Sebagai petugas partai, baik Ganjar maupun Jokowi harus taat. Jika tidak, maka harusnya yang ditegur petugas partainya, bukan mengkritik relawan-relawannya," kata Igor kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (29/11).

Dalam kesempatan sebelumnya, Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto mengkritik agenda Nusantara Bersatu yang dihadiri Presiden Jokowi, Sabtu (26/11). Menurut Hasto, kegiatan tersebut bisa menurunkan citra presiden.

"Saya menyesalkan ada elite relawan yang dekat dengan kekuasaan, lalu memanfaatkan kebaikan Jokowi sehingga menurunkan citra presiden," kritik Hasto.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Manifesto PRD 1996: Ketika Sekelompok Anak Muda Membuat Penguasa Susah Tidur

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:27

Kanada Minta Warganya Waspadai Wabah Cyclospora sebelum Bepergian ke AS

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:16

BRI Peduli Buka Jalan UMKM Mebel Sukoharjo Tembus Pasar Global

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:10

Ganti Kapolri dan Jaksa Agung Diusulkan Barengan

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:06

Kemnaker Jamin 134 Pegawai PT Amos Terima Pesangon Rp12,7 Miliar

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:03

Purbaya Ungkap Alasan RI Tawarkan Pajak 0 Persen Selama 50 Tahun di PFII

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:47

KPK Sita Toyota Alphard Diduga Hadiah Proyek Bupati Lalu Ahmad Zaini

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:30

Risiko Perang Terbuka AS-Iran Meningkat Gegara Rebutan Selat Hormuz

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:23

KPK Bantah Kabar Penangkapan Gatot Heroe Hernanda

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:17

Fahira Ungkap Lima Tantangan Anak Indonesia dan Solusinya

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:12

Selengkapnya