Berita

KPU umumkan Sura dan Sulu jadi maskot Pemilu Seretak 2024/RMOL

Politik

KPU Umumkan Sura dan Sulu Terpilih Jadi Pemenang Maskot Pemilu 2024

JUMAT, 25 NOVEMBER 2022 | 15:48 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pemilu Serentak 2024 telah resmi memiliki maskot yang diseleksi melalui perlombaan maskot yang digelar sejak Oktober 2022.

Pengumuman pemenang perlombaan maskot Pemilu Serentak 2024 disampaikan anggota KPU RI, August Mellaz dalam jumpa pers di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (25/11).

Mulanya Mellaz menerangkan, jumlah desain maskot yang didaftarkan dalam perlombaan mencapai 681 desain dari total 540 orang pendaftar.


Dari jumlah itu, dia mengatakan bahwa dewan juri yang terdiri dari 2 orang internal dan 3 orang eksternal KPU RI melakukan penilaian untuk menetapakan desain maskot sesuai ketentuan.

"Yaitu keaslian, kreativitas, komunikatif, inspiratif, estetika, dan mencerminkan ke-Indonesian," ujar Mellaz.

Dari elemen-elemen yang menjadi poin penilaian itu, Koordinator Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat ini menyebutkan, setelah tahapan semi final berhasil didapat 10 desain maskot unuk digunakan pada pelaksanaan Pemilu Serentak 2024.

"Dari hasil penilaian tersebut dengan beberapa kriteria yang saya sebutkan, akhirnya ada 1 orang pemenang terbaik yaitu maskot dengan nama Sura (Suara Rakyat dan Sulu (Suara Pemilu) karya Stefani," ucap Mellaz mengungkapkan.

Maskot tersebut nanti, lanjut Mellaz, akan diluncurkan pada acara konsolidasi nasional yang dilaksanakan KPU dengan melibatakan 6 ribu personel penyelenggara pemilu di Ancol pada 1 hingga 3 Desember 2024.

"Kita ucapkana selamat kepada Saudari Stefani, denganSura dan Sulu yang dipilih oleh dewan juri untuk pemenang maskot pemilu 2024," katanya.

"Terima kasih juga kepada dewan juri yang telah membantu kami," demikian Mellaz menambahkan. 

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Perbedaan Perlakuan Tersangka Jadi Ujian Kesetaraan Hukum

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:23

KDKMP Kembalikan Kendali Ekonomi ke Warga Desa

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:19

Jangan Terjebak Angka, Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak ke Masyarakat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:24

Gus Salam: Caketum PBNU Harus Bersaing Secara Sehat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:21

Kuasa Hukum Yaqut Tegaskan Kebijakan Kuota Haji Harus Dinilai Utuh

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:14

Konsolidasi Rakyat untuk Pemerintahan Bersih

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:48

Petani Diminta Jangan Tertipu Konten Pupuk Viral di Medsos

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:23

Menteri Luar Negeri Layak Diganti karena Dicap Tidak Profesional

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:54

InfraNexia jadi Pilar Utama Bisnis Telkom untuk Wholesale Connectivity

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:27

BGN Libatkan Peran Guru Perkuat Pengawasan MBG

Minggu, 09 Agustus 2026 | 04:48

Selengkapnya