Berita

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat memimpin delegasi Indonesia melakukan pertemuan dengan Dewan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di Phnom Penh, Kamboja/Ist

Bisnis

Pimpin Delegasi RI Hadiri Dewan MEA, Menko Airlangga: Kerjasama Perkuat Hadapi Ancaman Krisis

KAMIS, 10 NOVEMBER 2022 | 18:06 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pertemuan Dewan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di Phnom Penh, Kamboja, Rabu kemarin (9/11), diyakini pemerintah Indonesia sebagai ajang memperkuat kerjasama antar negara-negara anggota mitra.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Airlangga Hartarto menjelaskan, dirinya yang memimpin delegasi Indonesia menyampaikan maksud dari pertemuan Dewan MEA tersebut.

"Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat kesiapan ASEAN menghadapi tantangan dan ancaman krisis," ujar Airlangga melalui akun Twitternya, Kamis (10/11).


Pertemuan ini, menurut Ketua Umum Partai Golkar itu juga sebagai ajang untuk memperkuat kapasitas ketahanan sosial ekonomi secara berkelanjutan.

"Tentunya untuk mewujudkannya diperlukan kerjasama antar negara ASEAN dan negara-negara mitranya," katanya.

Kerjasama yang perlu dibangun dan diperkuat oleh negara-negara anggota mitra ASEAN diharapkan bisa dilakukan dalam segala sektor.

"Lintas sektoral, khususnya pertanian, energi, dan transportasi," sambungnya memaparkan.

Selain itu, Airlangga yang pernah menjabat sebagai Menteri Perindustrian ini juga memandang perlu adanya koordinasi yang kuat di antara negara-negara anggota mitra ASEAN.  

"ASEAN dan negara-negara anggotanya harus pula memastikan dan berkoordinasi secara kokoh agar semua agenda dan inisiatif baik dapat berjalan secara efektif," demikian Airlangga menutup.


Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Haji Isam Temui Seskab Teddy, Bahas Investasi Pertambangan hingga Hilirisasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:17

Kolombia Ubah Sikap, Kini Akui Kedaulatan Maroko atas Sahara

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:02

KPK Periksa 2 ASN Pemkot Bengkulu dalam Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:01

Jelang Sidang Tahunan MPR, Pemerintah Matangkan Persiapan Pidato Kenegaraan Prabowo

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:56

Bitcoin Menguat Berkat Derasnya Aliran Dana ETF

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:49

Keamanan Data Pajak Jadi Prioritas Usai Kebakaran Bapenda

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:45

Destry Damayanti Resmi Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:36

Kejagung Periksa 16 Saksi di Kasus BGN, 10 di Antaranya Direktur Perusahaan

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:32

Greenland Tolak Aktivitas Perusahaan AS di Tengah Ancaman Aneksasi Trump

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:27

Gibran Jadi Presiden Solusi atau Petaka?

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya