Berita

Kedua orang tua Brigadir J/Net

Hukum

Cerita Patah Hati Ibunda Brigadir J Sampai Terisak-isak Putranya Sudah Tiada

SELASA, 01 NOVEMBER 2022 | 15:16 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kepergian Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat (J) akibat ditembak oleh atasannya, Ferdy Sambo yang saat kejadian masih bertindak sebagai Kadiv Propam Polri, masih melekat di kepala sang ibunda, Rosty Simanjuntak.

Rosty menceritakan sosok Brigadir J yang dia besarkan hingga menjadi Polisi dan bertugas sebagai ajudan Sambo sebelum akhirnya meninggal dunia, dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Jalan Ampera, Pasar Minggu Jakarta Selatan, Selasa (1/11).  

Ia menunjukkan diri sedang patah hati karena sosok Brigadir J yang dibanggakannya tidak lagi bisa bersamanya menjalani hidup.


"Yang saya ketahui dari kecil, walaupun dalam bergaul anak saya ini belum pernah menyakiti hati kawannya. Terlebih kepada ..., di sini lah saya sebagai ibu begitu hancurnya," ujar Rosty terisak.

"Begitu tersayat-sayatnya hatiku, mendengar berita almarhum Yoshua terbunuh dengan sadisnya di tangan atasannya, yang selayaknya melindungi memberikan keamanan baginya," sambungnya.

Sosok Brigadir J di mata Rosty adalah seorang putra yang patuh, ceria, dan hormat kepada setiap orang.

"Kepada siapa pun, dan selalu patuh dan hormat kepada siapa pun yang ditemuinya> Karena saya menyarankan sebagai ibu, seorang pendidik, memang selalu saya sarankan anak saya agar berbuat baik di mana pun berada," ungkapnya sembari terisak-isak.

Maka dari itu, dia tidak menyangka putra sulung lelakinya ini harus meninggakan keluarga karena ditembak atasannya yang menuduh Brigadir J telah berbuat senonoh kepada istrinya, Putri Candrawathi.

"Sangat sakit dan sangat kejamnya. Bagi seorang ibu yang melahirkan anaknya, itulah perilaku anaku dari kecil hingga besar, anak yang patuh, anak yang bertanggungjawab yang setia pada kerjaannya dan taat beribadah," demikian Rosty.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Haji Isam Temui Seskab Teddy, Bahas Investasi Pertambangan hingga Hilirisasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:17

Kolombia Ubah Sikap, Kini Akui Kedaulatan Maroko atas Sahara

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:02

KPK Periksa 2 ASN Pemkot Bengkulu dalam Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:01

Jelang Sidang Tahunan MPR, Pemerintah Matangkan Persiapan Pidato Kenegaraan Prabowo

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:56

Bitcoin Menguat Berkat Derasnya Aliran Dana ETF

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:49

Keamanan Data Pajak Jadi Prioritas Usai Kebakaran Bapenda

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:45

Destry Damayanti Resmi Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:36

Kejagung Periksa 16 Saksi di Kasus BGN, 10 di Antaranya Direktur Perusahaan

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:32

Greenland Tolak Aktivitas Perusahaan AS di Tengah Ancaman Aneksasi Trump

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:27

Gibran Jadi Presiden Solusi atau Petaka?

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya