Berita

Kendaraan Maung yang dipesan KPU ke Pindad untuk mendistribusikan logistik Pemilu/Ist

Politik

Maung Pindad untuk Distribusi Logistik Pemilu 2024 Punya Spesifikasi Ciamik

SABTU, 29 OKTOBER 2022 | 12:20 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Rencana pengadaan armada pendistribusian logistik Pemilu Serentak 2024 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) seperti kendaraan taktis (rantis) Maung yang diproduksi PT Pindad (Persero) ternyata punya spesifikasi yang ciamik.

Sekretaris Jenderal KPU RI, Bernad Dermawan Sutrisno memaparkan rincian spesifikasi Maung Pindad yang akan diproduksi untuk distribusi logistik pemilu yang disediakan KPU RI.

"Maung 4x4 versi Logistik Pemilu ini bermuatan tiga penumpang model single cabin dengan bak semi terbuka," ujar Bernad dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Sabtu (29/10).


Bernad menuturkan, armada yang rencananya mulai diadakan pada tahun anggaran 2023 dengan harga per unitnya mencapai Rp 600 hingga Rp 700 juta bukan seperti kendaraan tempur.

Melainkan, ditegaskan mantan Sekjen Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) ini, Maung Pindad untuk KPU sudah didesain khusus untuk dipakai oleh sipil

Begini spesifikasi lengkap Maung Pindad distribusi logistik Pemilu 2024 yang diurai Bernad secara lengkap:

- Total Dimensi: Panjang 5,2 meter x Lebar 1,6 meter x Tinggi 1,15 meter

- Volume Bak: Panjang 3 meter x lebar 1,6 meter x tinggi 1,15 meter

- Volume Angkut : 3 ton

- Mesin : Diesel 1500 cc Plus Turbo

- Transmisi : Manual 6 speed

- Daya Maksimal : 149 Horse Power dan torsi 400 NM

- Bahan Bakar : Solar

- Kapasitas BBM : 80 liter

- Jarak Tempuh : 1.200 kilometer

- Kecepatan : 120 Km/Jam

- Radius Putar : Maksimal 13,7 meter

- Daya Tanjak : 60 persen (± 31⁰)

- Kemiringan : 30 persen (± 17⁰)

- Kaki-Kaki : Suspensi Depan independent, coilover shock, link arm; Suspensi Belakang rigid, coilover shock, four link arm

- Velg : R17

- Kelengkapan : Winch 4.5 ton, Lampu Black. 

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Haji Isam Temui Seskab Teddy, Bahas Investasi Pertambangan hingga Hilirisasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:17

Kolombia Ubah Sikap, Kini Akui Kedaulatan Maroko atas Sahara

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:02

KPK Periksa 2 ASN Pemkot Bengkulu dalam Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:01

Jelang Sidang Tahunan MPR, Pemerintah Matangkan Persiapan Pidato Kenegaraan Prabowo

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:56

Bitcoin Menguat Berkat Derasnya Aliran Dana ETF

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:49

Keamanan Data Pajak Jadi Prioritas Usai Kebakaran Bapenda

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:45

Destry Damayanti Resmi Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:36

Kejagung Periksa 16 Saksi di Kasus BGN, 10 di Antaranya Direktur Perusahaan

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:32

Greenland Tolak Aktivitas Perusahaan AS di Tengah Ancaman Aneksasi Trump

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:27

Gibran Jadi Presiden Solusi atau Petaka?

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya