Berita

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken/Net

Dunia

Blinken kepada Menlu Armenia dan Azerbaijan: Sudah Waktunya Pasukan Bubar dan Diplomat Kembali ke Meja Kerja

SELASA, 20 SEPTEMBER 2022 | 12:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Amerika Serikat mengimbau agar konflik di perbatasan Azerbaijan dan Armenia segera dihentikan dengan pembicaraan damai.

Dalam pertemuan di New York dengan Menteri Luar Negeri dari dua negara yang sedang bertikai itu pada Senin (19/9) waktu setempar, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban dari kedua belah pihak dan menyoroti langkah-langkah menuju perdamaian yang tepat.

"Blinken menjamu Menteri Luar Negeri Armenia Ararat Mirzoyan dan Menteri Luar Negeri Azerbaijan Jeyhun Bayramov untuk pembicaraan langsung pertama sejak pertempuran baru-baru ini," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS Ned Price dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Reuters.


Blinken menegaskan perlunya mencegah permusuhan lebih lanjut dan menggarisbawahi pentingnya kembali ke proses perdamaian, menurut Price.

"Mereka membahas langkah selanjutnya, dan Blinken mendorong kedua pihak untuk bertemu lagi sebelum akhir bulan," kata Price.

Di Twitter, Blinken menegaskan lagi bahwa "sudah waktunya bagi pasukan untuk melepaskan diri, dan diplomat untuk kembali ke meja."

Ketegangan antara Armenia dan Azerbaijan sebagian besar berasal dari perselisihan selama beberapa dekade atas Nagorno-Karabakh, yang terletak di dalam Azerbaijan tetapi sebagian besar dihuni oleh etnis Armenia.

Permusuhan meletus pada Selasa dini hari (13/9) ketika pasukan Azerbaijan melepaskan serangan lintas perbatasan menggunakan artileri, mortir, drone dan senapan kaliber besar.  Laporan menyebutkan, setidaknya 49 tentara Armenia  dan 50 tentara Azerbaijan tewas.

Kementerian Pertahanan Armenia mengatakan serangan itu menargetkan infrastruktur militer dan sipil di dan sekitar beberapa kota dan desa, termasuk Vardenis, Sotk, Artanish, Ishkhanasar, Goris, Jermuk dan Kapan.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Manifesto PRD 1996: Ketika Sekelompok Anak Muda Membuat Penguasa Susah Tidur

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:27

Kanada Minta Warganya Waspadai Wabah Cyclospora sebelum Bepergian ke AS

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:16

BRI Peduli Buka Jalan UMKM Mebel Sukoharjo Tembus Pasar Global

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:10

Ganti Kapolri dan Jaksa Agung Diusulkan Barengan

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:06

Kemnaker Jamin 134 Pegawai PT Amos Terima Pesangon Rp12,7 Miliar

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:03

Purbaya Ungkap Alasan RI Tawarkan Pajak 0 Persen Selama 50 Tahun di PFII

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:47

KPK Sita Toyota Alphard Diduga Hadiah Proyek Bupati Lalu Ahmad Zaini

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:30

Risiko Perang Terbuka AS-Iran Meningkat Gegara Rebutan Selat Hormuz

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:23

KPK Bantah Kabar Penangkapan Gatot Heroe Hernanda

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:17

Fahira Ungkap Lima Tantangan Anak Indonesia dan Solusinya

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:12

Selengkapnya