Berita

Tim tanggap darurat Yahudi ultra-Ortodoks dan polisi di lokasi kejadian penembakan bus/Net

Dunia

Satu Bus di Yerusalem Ditembaki, Delapan Penumpang Terluka

SENIN, 15 AGUSTUS 2022 | 06:58 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sedikitnya delapan orang terluka dalam sebuah serangan penembakan sebuah bus di Kota Tua Yerusalem pada Minggu (14/8) waktu setempat.

Polisi dalam keterangannya mengatakan berhasil menangkap seorang tersangka pelalu penembakan, di mana dua korbannya dilaporkan kritis.

Juru bicara polisi, Kan Eli Levy mengatakan kepada radio publik bahwa aparat telah mengamankan 'teroris' tersebut.


"Teroris ada di tangan kita," katanya, beberapa jam setelah serangan yang terjadi tidak jauh dari Tembok Barat, tempat ibadah paling suci bagi orang Yahudi, seperti dikutip dari AFP, Senin (15/8).

Seorang pria bersenjata mulai menembakkan peluru ke bus angkutan umum dan orang-orang di luar kendaraan dalam serangan menjelang fajar di halte bus Situs Pemakaman Raja Daud, kenang sopir bus yang bernama Daniel Kanievsky.

"Saya datang dari Tembok Barat. Bus itu penuh dengan penumpang," katanya kemudian kepada wartawan di depan kendaraannya yang penuh peluru.

"Saya berhenti di stasiun Makam Daud. Pada saat ini, penembakan dimulai. Dua orang di luar saya lihat jatuh, dua di dalam berdarah. Semua orang panik," ujarnya.

Layanan medis darurat Israel , Magen David Adom (MDA), menyebut insiden itu sebagai "serangan teror di Kota Tua".

Salah satu korban yang terluka adalah seorang wanita hamil. Dia melahirkan bayinya setelah serangan itu.

"Dia tetap diintubasi dan dalam kondisi serius," kata Juru bicara Rumah Sakit Shaarei Tsedek, menambahkan  bahwa bayi itu lahir dan dalam kondisi serius tetapi stabil.

Kelompok Islam Palestina Hamas, yang menguasai Jalur Gaza, memuji serangan di Yerusalem sebagai "operasi heroik", namun tidak bertanggung jawab atas serangan itu.

"Rakyat kami akan terus melawan dan melawan penjajah dengan segala cara," katanya dalam sebuah pernyataan.

Perdana Menteri Israel Yair Lapid mengaku marah atas serangan dan menuntut harga yang harus dibayar pelaku atas perbuatannya.

Penembakan di Yerusalem terjadi seminggu setelah berakhirnya konflik tiga hari antara Israel dan gerilyawan Jihad Islam di daerah kantong Palestina yang padat penduduknya di Gaza.

Setidaknya 49 warga Palestina, termasuk pejuang Jihad Islam dan sejumlah anak-anak, tewas dalam kekerasan yang berakhir Minggu lalu setelah Mesir merundingkan gencatan senjata.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya