Berita

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin/Net

Dunia

Sindiran China untuk Amerika: Jika Peduli Demokrasi dan HAM, Kunjungilah Afghanistan-Irak-Suriah untuk Bertobat

SABTU, 13 AGUSTUS 2022 | 11:59 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Gesekan hubungan antara Beijing dan Washington terkait kedatangan Nancy Pelosi ke Taiwan pekan lalu masih terus berlanjut, terlebih setelah ketua DPR AS mengklaim kunjungannya terkait dengan demokrasi.

Mengomentari hal itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin dalam pernyataannya pada Jumat (12/8), mengatakan kunjungan pejabat tinggi AS itu hanya pertunjukan teater politik yang tidak ada hubungannya dengan demokrasi.

"Pelosi menggunakan apa yang disebut demokrasi sebagai dalih untuk mencari alasan atas kunjungannya ke Taiwan, yang sama sekali sia-sia," kata Wang, seperti dikutip dari Xinhua.


"Kunjungan Pelosi bertentangan dengan keinginan lebih dari 1,4 miliar orang China dan menantang prinsip satu-China yang diakui secara internasional, yang menginjak-injak demokrasi dan manifestasi AS yang menempatkan kepentingan egois di atas keadilan internasional," tambahnya.

Wang kemudian menekankan, jika Pelosi benar-benar peduli dengan demokrasi dan hak asasi manusia, dia harus mengunjungi Afghanistan, Irak, Suriah, dan Libya untuk menyatakan pertobatannya kepada ratusan ribu orang tak berdosa yang tewas di bawah tembakan militer AS dan untuk memastikan bahwa AS tidak akan pernah lagi melanggar PBB Piagam dan norma-norma hubungan internasional.

China, kata Wang, akan bekerja sama dengan teman-temannya yang cinta damai dan pencari keadilan untuk secara tegas menentang semua campur tangan dalam urusan internal negara lain.

"China dengan tegas menolak semua langkah berisiko yang merusak perdamaian regional, bersama-sama membela tujuan dan prinsip Piagam bersama-sama menjaga stabilitas regional dan perdamaian dunia," ujarnya.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Misteri Listrik Kejagung Padam di Tengah Pemeriksaan Febrie Adriansyah, Mobil Tahanan Bersiaga

Jumat, 24 Juli 2026 | 22:06

Prabowo Perlu Tiru Trik Cerdas Mahathir Hadapi Krisis

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:52

Indonesia Putar Haluan dari AS dan Bidik Pasar Ekspor Baru

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:38

Mentan Ngamuk, Minta Polisi Sikat Tujuh Perusahaan Culas Penolak Tebu Petani

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:29

100 Tahun Rarud Batur: Ketika Lava Tak Mampu Menghapus Peradaban

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:19

DPR Desak Operator Seluler Patuhi Putusan MK soal Kuota Internet Hangus

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:16

KUII VIII Jadi Momentum Bersejarah, Wantim MUI Ajak Umat Perkuat Peran Menuju Indonesia Emas 2045

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:13

Pemprov DKI Gelontorkan Rp249 Miliar untuk Rehabilitasi Empat Sekolah Rusak

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:01

PIKI Gelar Seminar Nasional di Tentena, Dorong Reformulasi Tata Kelola Dana Bagi Hasil Pertambangan

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:52

PPP Banten Bergejolak, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:51

Selengkapnya