Berita

Prajurit Angkatan Bersenjata Republik Demokratik Kongo (FARDC) bersiap untuk mengawal petugas kesehatan yang terkait dengan program tanggap ebola pada 18 Mei 2019 di Butembo/Net

Dunia

Penjara di Kongo Timur Diserang Kelompok Jihadis, 800 Napi Kabur

KAMIS, 11 AGUSTUS 2022 | 15:00 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Lebih dari 800 narapidana melarikan diri dari sebuah penjara di Kongo timur setelah sekelompok orang bersenjata melakukan pembobolan penjara pada Selasa malam (9/8) waktu setempat.

Juru Bicara Militer di Beni Kapten Antony Mualushayi, dalam keterangannya pada Rabu (10/8) juga menyebutkan ada dua polisi tewas dalam peristiwa itu.

"Sekelompok Mayi-Mayi - segala jenis kelompok milisi berbasis masyarakat yang aktif di Republik Demokratik Kongo - tak dikenal menyerang penjara pusat Kakwangura di kota Butembo. Korban pertama, masih sementara, adalah dua polisi yang sedang berjaga tewas," kata Mualushayi, seperti dikutip dari Africa News, Kamis (11/8).


"Seorang penyerang juga tewas dan amunisi ditemukan," tambahnya.

Menurut sumber penjara yang meminta anonimitas, dari 872 orang yang ditahan di penjara, kini hanya 49 yang tersisa.

"Para penyerang datang pada pukul dua, mereka adalah ADF (Allied Democratic Forces). Peluru dibunyikan ketika kami sedang tertidur lelap. Tiba-tiba kami terbangun, para penyerang memiliki gergaji mesin yang dengannya mereka merobek gembok", kata Gilbert, seorang tahanan militer di penjara.

"Serangan ini menyebabkan kematian setidaknya dua polisi dan pelarian semua tahanan", tulis Kivu Security Barometer (KST) di Twitter, sebuah organisasi yang memiliki pengamat di daerah tersebut.

"Musuh telah menyusup, menyelinap ke lingkungan kita, ke lingkungan tempat kita tinggal. Kita harus berusaha menemukan mereka di mana pun mereka bersembunyi," seru walikota polisi Butembo, Mowa Baeki Telly Roger.

Kelompok ADF merupakan bagian dari organisasi jihad Islamic State (EI) cabang Afrika Tengah. Kelompok militan ini dituduh bertanggung jawab atas pembantaian ribuan warga sipil di Kongo timur dan melakukan serangan di Uganda.

ADF dikatakan sebagai salah satu kelompok paling mematikan di wilayah timur DRC, yang telah dihancurkan oleh kekerasan selama hampir 30 tahun.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Misteri Listrik Kejagung Padam di Tengah Pemeriksaan Febrie Adriansyah, Mobil Tahanan Bersiaga

Jumat, 24 Juli 2026 | 22:06

Prabowo Perlu Tiru Trik Cerdas Mahathir Hadapi Krisis

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:52

Indonesia Putar Haluan dari AS dan Bidik Pasar Ekspor Baru

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:38

Mentan Ngamuk, Minta Polisi Sikat Tujuh Perusahaan Culas Penolak Tebu Petani

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:29

100 Tahun Rarud Batur: Ketika Lava Tak Mampu Menghapus Peradaban

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:19

DPR Desak Operator Seluler Patuhi Putusan MK soal Kuota Internet Hangus

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:16

KUII VIII Jadi Momentum Bersejarah, Wantim MUI Ajak Umat Perkuat Peran Menuju Indonesia Emas 2045

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:13

Pemprov DKI Gelontorkan Rp249 Miliar untuk Rehabilitasi Empat Sekolah Rusak

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:01

PIKI Gelar Seminar Nasional di Tentena, Dorong Reformulasi Tata Kelola Dana Bagi Hasil Pertambangan

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:52

PPP Banten Bergejolak, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:51

Selengkapnya