Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Pengamat Kamboja: AS Sedang Menciptakan Ketidakstabilan dan Konflik di Asia

KAMIS, 11 AGUSTUS 2022 | 07:47 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sebuah pengamatan terkait keterlibatan Amerika Serikat di wilayah Asia dikemukakan profesor senior di BELTEI International University di Phnom Penh, Joseph Matthews.

Berbicara selama wawancara dengan media China Xinhua, cendikiawan asal Kamboja itu mengatakan bahwa AS sedang berusaha untuk menciptakan ketidakstabilan dan konflik di Asia.

Menurutnya, konsekuensi dari kebijakan hegemonik dan penindasannya secara global akan segera terjadi dan parah.


"AS telah merusak kedaulatan dan integritas teritorial negara-negara lain," kata Matthews.

Ia mengklaim bahwa industri senjata di AS sangat ingin menciptakan suasana seperti perang di seluruh dunia.

"Kebijakan hegemonik dan intimidasi AS secara global tidak akan membawa negara ini terlalu jauh," ujarnya.

Pernyataan Matthews datang di tengah memburuknya hubungan Beijing dan Washington setelah kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan pekan lalu. 

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Misteri Listrik Kejagung Padam di Tengah Pemeriksaan Febrie Adriansyah, Mobil Tahanan Bersiaga

Jumat, 24 Juli 2026 | 22:06

Prabowo Perlu Tiru Trik Cerdas Mahathir Hadapi Krisis

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:52

Indonesia Putar Haluan dari AS dan Bidik Pasar Ekspor Baru

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:38

Mentan Ngamuk, Minta Polisi Sikat Tujuh Perusahaan Culas Penolak Tebu Petani

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:29

100 Tahun Rarud Batur: Ketika Lava Tak Mampu Menghapus Peradaban

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:19

DPR Desak Operator Seluler Patuhi Putusan MK soal Kuota Internet Hangus

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:16

KUII VIII Jadi Momentum Bersejarah, Wantim MUI Ajak Umat Perkuat Peran Menuju Indonesia Emas 2045

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:13

Pemprov DKI Gelontorkan Rp249 Miliar untuk Rehabilitasi Empat Sekolah Rusak

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:01

PIKI Gelar Seminar Nasional di Tentena, Dorong Reformulasi Tata Kelola Dana Bagi Hasil Pertambangan

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:52

PPP Banten Bergejolak, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:51

Selengkapnya