Berita

Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev/Net

Dunia

Medvedev: Upaya Barat Menghancurkan Moskow Sudah Terjadi Sejak Permusuhan Rusia dan Georgia

RABU, 10 AGUSTUS 2022 | 06:00 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Tujuan negara-negara Barat untuk menghancurkan Rusia bukan hal yang baru dan telah berlangsung sejak lama. Bahkan, Barat memiliki rencana jangka panjang untuk menghancurkan Rusia.

Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev yang juga adalah sekutu dekat presiden Rusia saat ini, Vladimir Putin, memaparkan selama wawancara dengan media Rusia TASS yang diterbitkan Senin (8/8), bahwa Barat telah meluncurkan proses geopolitik agresif yang bertujuan untuk menghancurkan negaranya, termasuk lewat konflik di Ukraina.

Dalam konflik di Ukraina, ia yakin bahwa Rusia akan mencapai tujuannya dengan caranya sendiri.


"Rusia sedang melakukan operasi militer khusus di Ukraina dan akan mencapai perdamaian sesuai dengan syarat-syarat kami," kata Medvedev, yang saat ini menjabat sebagai wakil ketua dewan keamanan Rusia.

Ia kemudian menyinggung soal perang 2008 di Georgia, di mana ketika itu Rusia berusaha melindungi Osseiti dari 'genosida' Georgia.

Ditanya apakah permusuhan antara Rusia dan Georgia dengan konflik saat ini di Ukraina adalah mata rantai yang sama, Medvedev mengatakan "ya" itu adalah  bagian dari skema yang sama yang diatur oleh Barat.

“Ini adalah proses tunggal dan rencana bersama yang ditujukan terhadap Rusia. Ini terdiri dari keinginan Barat, terutama Amerika Serikat dan negara-negara Anglo-Saxon lainnya, untuk mengguncang situasi di negara kita. Bagaimana caranya, ya melalui tetangga yang dekat dengan perbatasan Rusia,” kata Medvedev.

Dia mencatat bahwa sebelum konflik dengan Georgia dimulai pada 2008, ketika pasukan Tbilisi mulai menembaki wilayah Ossetia Selatan yang disengketakan dan membunuh sejumlah penjaga perdamaian dan warga sipil Rusia, AS secara sinis terlibat dalam pelatihan, pendanaan, dan mempersenjatai pasukan tersebut.

Angkatan Darat Georgia dan Washington secara aktif mendorong Presiden Georgia saat itu, Mikhail Saakashvili, untuk melancarkan serangan terhadap penduduk sipil di daerah tersebut.

“Tujuan akhirnya tetap sama, untuk menghancurkan Rusia,” ujar Medvedev.

Terlepas dari upaya NATO untuk memperluas jangkauan di sepanjang perbatasan Rusia, yang telah menjadi masalah global yang membuat semua orang sakit, blok yang dipimpin AS itu sebenarnya tidak berniat mengizinkan Ukraina atau Georgia menjadi anggota, paparnya.

“NATO memahami bahwa apa pun yang mereka lakukan di negara-negara yang terkepung seperti Ukraina atau Georgia, yang berada dalam sengketa wilayah dengan Rusia, berarti adalah pertaruhan yang tinggi bagi mereka sendiri. Biayanya akan sangat besar,” kata Medvedev.

Medvedev sangat yakin, Ukraina atau Georgia hanya diiming-imingi menjadi anggota NATO, dan Zelensky sebenarnya menyadari hal itu.  

"Baik Kiev maupun Tbilisi tidak akan pernah menjadi anggota NATO atau UE. Bahkan, pria yang tidak bercukur dengan kaus hijau dari Kiev, telah memahami hal ini," lanjutnya, menyinggung Zelensky.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya