Berita

Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS) AS

Dunia

Terbesar dari Sebelumnya, AS akan Siapkan Lagi Bantuan Senjata untuk Ukraina Hingga 14,9 Triliun

SABTU, 06 AGUSTUS 2022 | 12:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Amerika Serikat kembali mempersiapkan paket bantuan keamanan berikutnya untuk Ukraina yang nilainya akan mencapai 1 miliar dolar AS (setara 14,9 triliun rupiah), salah satu yang terbesar sejauh ini.

Menurut tiga sumber yang mengetahui masalah tersebut, paket bantuan akan diumumkan pada Senin mendatang, termasuk amunisi untuk senjata jarak jauh dan kendaraan transportasi medis lapis baja.

Washington sejauh ini sudah menggelontorkan bantuan ke Ukraina sekitar 8,8 miliar dolar AS sejak invasi Rusia pada 24 Februari.
Para pejabat, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan bahwa Presiden Joe Biden belum menandatangani paket ini, yang artinya bisa saja nilai dan isinya berubah  sebelum ditandatangani.

Para pejabat, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan bahwa Presiden Joe Biden belum menandatangani paket ini, yang artinya bisa saja nilai dan isinya berubah  sebelum ditandatangani.

Namun, jika ditandatangani dalam bentuknya yang sekarang, itu akan bernilai 1 miliar dolar AS dan termasuk amunisi untuk HIMARS, amunisi sistem rudal permukaan-ke-udara NASAMS dan sebanyak 50 transportasi medis lapis baja M113.

Paket baru tersebut mengikuti keputusan Pentagon baru-baru ini untuk mengizinkan warga Ukraina menerima perawatan medis di sebuah rumah sakit militer AS di Jerman dekat pangkalan udara Ramstein.

Senin lalu, Pentagon mengumumkan paket bantuan keamanan terpisah untuk Ukraina senilai hingga 550 juta dolar AS, termasuk amunisi tambahan untuk Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS).

Gedung Putih menolak mengomentari paket tersebut.

Paket baru akan didanai di bawah Presidential Drawdown Authority (PDA), di mana presiden dapat mengizinkan transfer artikel dan layanan dari saham AS tanpa persetujuan kongres dalam menanggapi keadaan darurat.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Misteri Listrik Kejagung Padam di Tengah Pemeriksaan Febrie Adriansyah, Mobil Tahanan Bersiaga

Jumat, 24 Juli 2026 | 22:06

Prabowo Perlu Tiru Trik Cerdas Mahathir Hadapi Krisis

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:52

Indonesia Putar Haluan dari AS dan Bidik Pasar Ekspor Baru

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:38

Mentan Ngamuk, Minta Polisi Sikat Tujuh Perusahaan Culas Penolak Tebu Petani

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:29

100 Tahun Rarud Batur: Ketika Lava Tak Mampu Menghapus Peradaban

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:19

DPR Desak Operator Seluler Patuhi Putusan MK soal Kuota Internet Hangus

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:16

KUII VIII Jadi Momentum Bersejarah, Wantim MUI Ajak Umat Perkuat Peran Menuju Indonesia Emas 2045

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:13

Pemprov DKI Gelontorkan Rp249 Miliar untuk Rehabilitasi Empat Sekolah Rusak

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:01

PIKI Gelar Seminar Nasional di Tentena, Dorong Reformulasi Tata Kelola Dana Bagi Hasil Pertambangan

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:52

PPP Banten Bergejolak, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:51

Selengkapnya