Berita

Enrique Pena Nieto/Net

Dunia

Diduga Terlibat Kasus Pencucian Uang, Mantan Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto Masuk Daftar Penyelidikan Kejaksaan Agung

RABU, 03 AGUSTUS 2022 | 12:36 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kasus hukum sedang menjerat mantan presiden Meksiko Enrique Pena Nieto. Kantor Kejaksaan Agung Meksiko dalam keterangannya Selasa (2/8) mengatakan itu terkait dugaan kejahatan termasuk pengayaan gelap dan pencucian uang.

Pengumuman itu muncul hampir sebulan setelah Unit Intelijen Keuangan kementerian keuangan mengungkapkan bahwa Pena Nieto menghadapi penyelidikan atas lebih dari satu juta dolar transfer uang internasional.

Mantan presiden, yang menjabat dari 2012-2018 dan sekarang tinggal di Madrid, telah membantah melakukan kesalahan.


"Beberapa tuduhan melibatkan perusahaan konstruksi Spanyol OHL," kata Kantor Kejaksaan Agung dalam sebuah pernyataan, tanpa memberikan rincian, seperti dikutip dari AFP, Rabu (3/8).

"Kemajuan dalam penyelidikan ini akan memungkinkan penuntutan dalam beberapa bulan mendatang," lanjutnya.

Kepala Unit Intelijen Keuangan, Pablo Gomez, mengatakan kepada wartawan pada bulan Juli bahwa Pena Nieto telah menerima sekitar 26 juta peso (sekitar 18,6 miliar rupiah) yang dikirim oleh seorang kerabat di Meksiko .

"Pergerakan itu menjadi sorotan karena merupakan transfer tunai dan asal dananya tidak diketahui," katanya.

Gomez menambahkan, Pena Nieto juga diyakini memiliki hubungan dengan dua perusahaan yang memenangkan kontrak menguntungkan dengan negara bagian Meksiko selama masa jabatannya.

Menanggapi kasus yang menjeratnya, Pena Nieto mentweet di akun Twitternya bahwa dia akan mengklarifikasi tuduhan tersebut.

"Saya yakin bahwa saya akan diizinkan untuk mengklarifikasi di hadapan otoritas yang berwenang pertanyaan tentang aset saya dan menunjukkan legalitasnya," cuitnya.

Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador, seorang populis sayap kiri yang menggantikan Pena Nieto pada 2018, telah berulang kali mengecam dugaan korupsi di bawah pendahulunya tersebut.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Misteri Listrik Kejagung Padam di Tengah Pemeriksaan Febrie Adriansyah, Mobil Tahanan Bersiaga

Jumat, 24 Juli 2026 | 22:06

Prabowo Perlu Tiru Trik Cerdas Mahathir Hadapi Krisis

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:52

Indonesia Putar Haluan dari AS dan Bidik Pasar Ekspor Baru

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:38

Mentan Ngamuk, Minta Polisi Sikat Tujuh Perusahaan Culas Penolak Tebu Petani

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:29

100 Tahun Rarud Batur: Ketika Lava Tak Mampu Menghapus Peradaban

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:19

DPR Desak Operator Seluler Patuhi Putusan MK soal Kuota Internet Hangus

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:16

KUII VIII Jadi Momentum Bersejarah, Wantim MUI Ajak Umat Perkuat Peran Menuju Indonesia Emas 2045

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:13

Pemprov DKI Gelontorkan Rp249 Miliar untuk Rehabilitasi Empat Sekolah Rusak

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:01

PIKI Gelar Seminar Nasional di Tentena, Dorong Reformulasi Tata Kelola Dana Bagi Hasil Pertambangan

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:52

PPP Banten Bergejolak, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:51

Selengkapnya