Berita

DPP GAMKI saat melakukan audiensi dengan Kapolri/Net

Nusantara

GAMKI Setuju dengan Kapolri, Polarisasi Tak Boleh Terjadi Lagi di Pilpres 2024

SABTU, 09 JULI 2022 | 15:12 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) sepakat dengan pernyataan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang menegaskan tidak ada lagi polarisasi di masyarakat dalam momen Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Ketua Umum DPP GAMKI Willem Wandik berpendapat, polarisasi dalam pemilu yang terjadi pada tahun Pilpres 2019 lalu masih terus terasa hingga saat ini.

Padahal, lanjutnya, di tingkatan elite politik, komunikasi antar elite cair dan dinamis, namun di kalangan masyarakat menengah ke bawah, terbentuk sekat-sekat dan perpecahan yang masih belum hilang sampai sekarang.


"Menurut kami, salah satu yang menjadi biang atas polarisasi ini adalah adanya politik identitas dan politisasi SARA, serta maraknya ujaran kebencian dan hoaks," kata Wandik yang merupakan anggota DPR RI dari dapil Papua ini, Sabtu (9/7).

Oleh sebab itu, kata Wandik, GAMKI mendukung pemerintah khususnya institusi kepolisian untuk dapat berperan aktif melakukan mitigasi, dengan membuat program-program yang inklusif dan melibatkan partisipasi masyarakat lintas agama.

"Kami mengapresiasi Kapolri dan jajarannya melakukan doa bersama, penampilan budaya dan kuliner nusantara, serta mengajak berbagai organisasi kemasyarakatan dan keagamaan untuk memperingati Hari Bhayangkara bersama-sama," ujarnya.

Hal senada, dikatakan Sekretaris Umum DPP GAMKI Sahat Martin Philip Sinurat berpandangan bahwa institusi Kepolisian perlu melakukan langkah tegas dan tidak permisif kepada oknum dan kelompok intoleran yang ingin mengganggu dan memecah-belah masyarakat.

"Terbukti, kepolisian menindak tegas oknum dan ormas radikal yang mengganggu ketertiban masyarakat," tuturnya.

Namun, GAMKI melihat masih ada oknum aparat kepolisian yang membiarkan tindakan intoleransi terjadi di wilayah kerjanya. Bahkan menurut hasil penelitian, terdapat oknum-oknum aparat yang terpapar dengan paham radikal.

"Maka kami mendukung penuh Kapolri dan jajaran untuk kembali menguatkan nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, baik di dalam internal kepolisian maupun di wilayah eksternal," kata dia.

"Selamat Hari Bhayangkara ke-76. Semoga institusi kepolisian semakin humanis, inklusif, dan mengayomi masyarakat Indonesia, demi terwujudnya Polri Presisi untuk Indonesia tangguh, Indonesia tumbuh," ucap Sahat menambahkan.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Matador Pulangkan Belgia di Menit Akhir

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:14

Pengadaan Batu Bara Belum Tentu Penyebab Blackout Sumatera

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:05

Ijazah Asli Jokowi Dipastikan Sama seperti Unggahan Dian Sandi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:45

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Jampidsus Febrie Resmi Mundur

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:23

Antara VAR dan Tuduhan Argentina Anak Emas FIFA

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:02

Pemerintah Dukung Kortastipidkor Usut Tuntas Perkara Korupsi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:35

Pernyataan Febrie Dinilai Upaya Kendalikan Narasi di Tengah Deretan Fakta

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:33

Demo Copot Jampidsus Febrie

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:24

Akademisi University Swedia Teliti Penanggulangan Bencana PMI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:11

Selengkapnya